Abstract :
Tuberculosis Paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium Tuberculosis, yang dapat menyerang bagian organ, terutama
paru-paru. Penyakit ini bila tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas dapat
menimbulkang komplikasi berbahaya hingga kematian. Namun kemajuan dalam
penemuan dan pengendalian penyakit tuberculosis paru baru terjadi dalam 2 abad
terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiman penatalaksaan
pasien tuberculosis paru di Rumah Sakit UKI serta mengetahui karakteristik dari
pasien tuberculosis paru di Rumah Sakit UKI. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif dengan pengumpulan data sekunder rekam medik pasien
tuberculosis paru yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit UKI Jakarta Timur
tahun 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 53 pasien. Karakteristik
tuberculosis paru terbanyak adalah rentang usia 20-24 tahun, jenis kelamin lakilaki (59,3), diagnosis utama 53 pasien (100%), diagnosis penyerta (diabetes
melitus tipe II) 12 orang (22,2), pemeriksaan penunjang 53 pasien (100%),
tatalaksana OAT 12 pasien (22,2) FDC 42 pasien (77,8) , tatalaksana non OAT
(As.traneksamat) 7 pasien (13,0), pengguanaan OAT menurut kategori satu 10
pasien (18,5) kategori dua 35 pasien (64,85%) kategori tiga 9 pasien (16,7).
Kata Kunci : Manajemen Kasus, TB Paru, Rawat Inap. / Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium
Mycobacterium Tuberculosis, which can attack parts of the organ, especially the
lungs. This disease if left untreated or the treatment is not complete can cause
dangerous complications to death. But progress in the discovery and control of
pulmonary tuberculosis has only occurred in the past two centuries. The purpose
of this study was to find out how the management of pulmonary tuberculosis
patients at UKI Hospital and to know the characteristics of pulmonary
tuberculosis patients at UKI Hospital. The research method used was descriptive
with secondary data collection of medical records of pulmonary tuberculosis
patients undergoing hospitalization at UKI Hospital, East Jakarta in 2017. The
number of samples in this study were 53 patients. The most characteristic of
pulmonary tuberculosis is the age range of 20-24 years, male sex (59.3), primary
diagnosis of 53 patients (100%), co-diagnosis (type II diabetes mellitus) 12 people
(22.2), investigation 53 patients (100%), management of OAT 12 patients (22.2)
FDC 42 patients (77.8), non-OAT management (As.traneksamat) 7 patients
(13.0), use of OAT according to category one 10 patients (18 , 5) category two 35
patients (64.85%) category three 9 patients (16.7).
Key words: Case management, Pulmonary Tb , In-patient