Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Simanjuntak, Ivana Fitri Amelia
Subject
MEDICINE
Datestamp
2024-10-11 08:48:25
Abstract :
Cemas didefinisikan sebagai kekhawatiran atau rasa tidak nyaman berlebih dari
antisipasi bahaya yang bersumber internal maupun eksternal. Cemas dinyatakan
patologis bila kondisi tersebut menetap dalam jangka waktu cukup panjang dan
menyebabkan gangguan fisik pada seseorang, distress yang berakibat hambatan
aktivitas sehari-hari baik bekerja maupun bersosialisasi. Gangguan cemas timbul lebih
banyak pada wanita dibandingkan pria. Selama menjalani masa hukuman, perasaan
cemas yang dibiarkan dalam jangka waktu lama dapat mengurangi hingga meniadakan
kapasitas dan kemampuan diri narapidana. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan
ada tidaknya cemas pada narapidana dan menilai tingkat cemas yang dialami
narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Kota Tangerang dalam
periode Agustus ? Oktober 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 78
narapidana wanita yang didapat menggunakan teknik accidental sampling. Data
penelitian dikumpul menggunakan kuesioner yang mengadopsi teori Hamilton Anxiety
Rating Scale (HAR-S). Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan prevalensi cemas
pada narapidana adalah 67,9% berada dalam keadaan normal, 15,4% mengalami cemas
ringan, 11,5% mengalami cemas sedang, dan 5,1% mengalami cemas berat. Kelompok
terbanyak yang mengalami cemas adalah kelompok usia 20 ? 30 tahun, kelompok
sudah menikah, dan kelompok pertama kali masuk Lembaga Pemasyarakatan.
Kata kunci: cemas, narapidana, wanita, Lembaga Pemasyarakatan. / Anxiety is defined as overgrowth worried or discomfort feeling in anticipation of
internal or external danger. Anxiety is stated pathological if the condition stays long
term and causes physical disabilities, a distress that causes difficulties in daily life
activities such as working or socializing. Anxiety disorder has bigger chances to
develop in women more than men. Throughout the detention period, if anxiety is being
ignored, could weaken or even eliminate self capacity and capability in prisoners. This
study is prepared to seek anxiety presence and assess the severity in prisoners at
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Kota Tangerang from August ?
October 2019. This study is published with descriptive quantitative with cross sectional
approach. The data is collected by using accidental sampling, where the population of
this research is 78 female prisoners. Data is collected by using Hamilton Anxiety
Rating Scale (HAR-S) questionnaire. The result shows that the level of anxiety are
divided in four stages; normal (67,9%), low (15,4%), middle (11,5%), and high (5,1%)
level of anxiety. The highest anxiety level shows in the 20 ? 30s year category, married
category, and has never been prisoned category.
Keywords: anxiety, prisoner, female, Lembaga Pemasyarakatan.