Abstract :
Film adalah salah satu seni yang dapat dinikmati melalui media penglihatan
dan pendengaran (audiovisual art) selain pertunjungan wayang dan teater. Adapun
menurut Effendi (1986: 134) film adalah media komunikasi yang bersifat audio
visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang
berkumpul disuatu tempat tertentu
Komunitas film di Jakarta banyak mulai berkembang dari institusi
pendidikan tinggi. Komunitas film yang diciptakan untuk dapat mewadahi
kegemaran mereka terhadap dunia perfilman dan bentuk apresiasi pada karya
sineas lain. Adapun komunitas yang berkembang di lingkungan kampus ada yang
memiliki jurusan perfilman/televisi/media rekam dan juga tidak memiliki jurusan
terkait perfilman.
Banyaknya penduduk usia remaja-dewasa merupakan potensi bagi pelaku
ekonomi dan penyedia jasa. Tercatat sebanyak 70,7% penduduk usia 18-23
mengunjungi bioskop paling tidak 2 kali sebulan. Sesuai perkembangan jaman
kegiatan menonton film di bioskop menjadi salah satu tujuan hiburan yang paling
diminati oleh pasangan maupun keluarga untuk berekreasi. Bioskop tak hanya
berfungsi sebagai tempat penayangan film, tapi juga sebagai tempat yang bisa
memberi sebuah identitas dan prestisesosial.
Kota Jakarta memiliki minat yang besar terhadap apresiasi bidang kesenian,
termasuk dunia perfilman dengan banyaknya aktifitas antara lain dengan adanya
festival dan pemutaran film oleh komunitas baik institusi kampus maupun pecinta
film2. Komunitas perfilman di Jakarta membutuhkan tempat yang memiliki
fasilitas lengkap dalam menikmati sebuah karya dan akses untuk masyarakat
menikmati film seutuhnya dengan mudah dengan nuansa rekreasi.