Abstract :
Latar Belakang : Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) Tipe Benigna
(Tubotimpani) merupakan OMSK tanpa disertai kolesteatoma, terbatas pada mukosa,
dan jarang menimbulkan komplikasi berbahaya. Menurut WHO angka kejadian OMSK
diperkirakan sebanyak 65-330 juta di seluruh dunia. Prevalensi OMSK di Indonesia
secara umum sekitar 3,9%. Menurut survei yang dilakukan di 7 provinsi pada tahun
1996 di Indonesia, morbiditas paling banyak telinga tengah adalah OMSK, untuk
OMSK tipe jinak sekitar 3%. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui
profil penderita OMSK Tipe Benigna di RSU Universitas Kristen Indonesia.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bersifat
retrospektif cross-sectional. Pengambilan data menggunakan data sekunder
berdasarkan rekam medis pasien. Sampel yang didapatkan berjumlah 60 pasien dengan
teknik pengambilan sampel dengan metode Total Sampling dari Januari 2017 ?
Desember 2018.
Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan proporsi tertinggi
berdasarkan jenis kelamin adalah jenis kelamin perempuan sebanyak 33 orang (55%).
Berdasarkan usia yaitu kelompok usia 55-59 tahun 10 orang (16,7%). Berdasarkan
telinga yang terinfeksi yaitu telinga kanan 35 orang (58,3 %). Berdasarkan gejala klinis
yang paling dikeluhkan adalah otorea sebanyak 46 orang (76,7 %). Berdasarkan faktor
risiko yaitu riwayat otitis media sebelumnya sebanyak 53 orang (88,3 %). Berdasarkan
perforasi membran timpani yaitu perforasi sentral sebanyak 57 orang (95 %).
Kata Kunci : OMSK Tipe Benigna, Prevalensi. / Introduction : Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) Tubotympanic Type is a
CSOM without cholesteatoma, limited to mucosa, and seldom causing complications.
According to WHO the incidence of the CSOM is estimated to be 65 ? 330 million
worldwide. Prevalence CSOM in Indonesia is 3,9%. According to a survey conducted
in 7 provinces in 1996 in Indonesia, most morbidity of middle ears is CSOM, especially
the CSOM benign type 3%. Objective of this study was to identify Profile Benign Type
of CSOM at the General Hospital of the Christian University of Indonesia.
Research Method : This study uses descriptive method and retrospective cross-
sectionals. Data retrieval using secondary data base on the patient?s medical records.
The sample obtained is 60 patients with a total sampling from January 2017 ?
December 2018.
Results : Based on the result of the research obtained the highest proportion based on
gender is female 33 people (55 %). Based on age, mostly in the age group 55-59 years
10 people (16,7 %). Based on infected ear is right ear 35 people (58,3 %). Based on
clinical symptoms is ottorhea by 46 people (76,7%). Based on risk factor was that there
were 53 people (88,3 %) and the history of otitis media. Based on the perforation of
the tympani membrane, which is a central perforation of 57 people (95 %).
Keywords : CSOM Benign Type, Prevalence.