Abstract :
Gangguan Pendengaran Akibat Bising merupakan tuli sensorineural akibat pajanan dari
bising keras dengan jangka waktu panjang. Pada tahun 2015, WHO memperkirakan lebih
dari 1 miliar anak muda berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat kebiasaan
mereka mendengarkan musik dengan prakik tidak sehat. Belum ada konklusi konkrit
tentang pengaruh bising aktifitas rekreasi, terutama musik, terhadap kemampuan
pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah paparan bising aktivitas
rekreasi dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Desain penelitian ini menggunakan
metode systematic review dan metaanalisis dengan pendekatan studi case-control.
Dari 2072 literatur yang teridentifikasi, 3 literatur lolos dari test eligibilitas
Intercollegiate Guidelines Network (SIGN), dilanjutkan proses metaanalisis dengan
perangkat lunak REVMAN MANAGER 5.4. Hasil studi mendapatkan bahwa tidak ada
pengaruh yang signifikan dari paparan bising aktifitas rekreasi terhadap gangguan
pendengaran (OR 0.082, 95% CI 0.69, 0.97 P = 0.02).
Kata Kunci: Gangguan Pendengaran Akibat Bising, Paparan Bising Rekreasi. / Noise Induced Hearing Loss is a sensorineural hearing loss caused by exposure to loud
noises within a long duration. In 2015, WHO predict that more than 1 billion teenagers
and young adults are at risk of hearing loss due to unsafe listening practices. There is yet
a concrete conclusion on how recreational noise effect hearing ability. This study aims to
discover whether recreational noise can cause hearing loss. The design of this study is a
systematic review and meta -analysis method with a case-control approach. Of the 2072
studies identified, 3 studies passed the Intercollegiate Guidelines Network (SIGN)
eligibility test and was proceed to a meta-analysis using the REVMAN MANAGER 5.4
software. The result was there is no significant effect of recreational noise on hearing
loss (OR 0.082, 95% CI 0.69, 0.97 P = 0.02).
Keywords: Noise Induced Hearing Loss, Recreational Noise