Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Panjaitan, Fransisca Maureen Natasya
Subject
MEDICINE
Datestamp
2024-09-04 07:36:55
Abstract :
Usia balita merupakan usia rentan karena kondisi kesehatan anak
masih belum stabil dan mudah terserang penyakit infeksi. Salah satu penyakit
tersebut adalah diare. Riskesdas tahun 2013 menunjukan insiden diare
berdasarkan gejala sebesar 3,5% dan insiden diare pada balita di Indonesia adalah
6,7 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko diare pada
balita di wilayah kerja Puskesmas Cipinang Muara tahun 2016. Penelitian
dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cipinang Muara dan
dilaksanakan sejak tanggal 9 November ? 28 November 2016. Pengumpulan data
dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner secara simple random
sampling dengan jumlah sampel minimal 121 orang. Hasil penelitian
menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita
berdasarkan analisis bivariat adalah sumber air minum (p = 0,000) dan perilaku
sterilisasi botol susu balita (p = 0,001)
Kata Kunci: diare, balita, faktor risiko. / Children is a vulnerable age because the child's health condition is still
unstable and susceptible to disease infection. One such disease is diarrhea.
Riskesdas in 2013 showed the incidence of diarrhea by symptoms by 3.5% and
the incidence of diarrhea in children under five in Indonesia was 6.7 percent. The
aim of this is to identify risk factors of diarrhea in infants in Puskesmas Cipinang
Muara in 2016. This research takes place in Cipinang Muara health center and
held from November 9th to November 28th, 2016. The data are taken from direct
interview using a questionnaire by simple random sampling with minimum
sample of 121 people. The results showed the risk factors that influence the
incidence of diarrhea in infants based on bivariate analysis is a source of drinking
water (p = 0.000) and toddler milk bottle sterilizer behavior (p = 0.001)
Keywords: diarrhea, toddler, risk factor