Abstract :
Siklus menstruasi adalah jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama
menstruasi berikutnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi
adalah stres. Stres merangsang hypothalamus-pituitary-adrenalcortex aksis sehingga
dihasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol menyebabkan terjadinya
ketidakseimbangan hormonal termasuk hormon reproduksi yang mempengaruhi
siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat
stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Indonesia angkatan 2017. Penelitian dilakukan pada bulan
November 2018. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan
menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling, sehingga didapatkan 52 responden yang sesuai dengan kriteria
yang ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner MSSQ untuk
mengukur stres dan kuesioner. Analisis data menggunakan Chi-square test dengan
taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35 dari 52 responden
yang mengalami stress ringan, sedang,berat dan sangat berat memiliki siklus
menstruasi yang normal (67.3%). Hasil analisis data diperoleh p = 0.006 yang
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakana antara stres dengan
keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas
Kristen Indonesia angkatan 2017.
Kata kunci :stres, siklus menstruasi. /