Abstract :
Tinea kapitis adalah penyakit yang mengenai kulit kepala yang disebabkan oleh
jamur dermatofita. Penyakit ini menyebabkan masalah kesehatan khususnya pada
negara yang beriklim tropis dan subtropik karena potensinya yang baik untuk
pertumbuhan jamur. Populasi tinea kapitis di dunia meningkat pada anak-anak.
Penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematik yang dilakukan dengan tujuan
mengetahui secara epidemiologi kejadian tinea kapitis di Asia. Penelurusan sumber
data dilakukan melalui Pubmed®, Wiley Library, dan Google Scholar. Dari
penelurusan didapatkan 25 artikel yang relevan. Berdasarkan data yang telah
dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa kejadian tinea kapitis memiliki prevalensi
yang bervariasi di Asia yang dipengaruhi oleh geografis, perpindahan penduduk,
dan status sosioekonomi suatu negara. Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi
tinea kapitis di Asia mencapai 7,1% dan sering terjadi pada anak-anak. Jenis
kelamin terbanyak pada laki-laki. Penyebab terbanyak disebabkan oleh M. canis
dan T. violaceum. Kontak dengan hewan peliharaan, pemakaian bersama sisir atau
handuk, dan higiene yang buruk meningkatkan risiko penularan utama tinea kapitis.
Sedangkan penggunaan kortikosteroid, wanita postmenopause dan komorbid
meningkatkan risiko tinea kapitis pada orang dewasa.
Kata kunci: prevalensi, epidemiologi, Asia, dan tinea kapitis. / Tinea capitis is a disease of the scalp caused by dermatophyte fungi. This disease
causes health problems, especially in countries with tropical and subtropical
climates because of its good potential for fungal growth. The population of tinea
capitis in the world is increasing in children.
This study is a systematic literature review which was conducted with the aim of
knowing the epidemiology of the incidence of tinea capitis in Asia. Search of data
sources is done through Pubmed®, Wiley Library, and Google Scholar. From the
search, 25 relevant articles were found. Based on the data that has been collected,
it can be concluded that the prevalence of tinea capitis varies in Asia which is
influenced by geography, migration, and socioeconomic status of a country. The
results of this study showed the prevalence of tinea capitis in Asia reached 7.1%
and often occurs in children. Most gender in men. The most common causes are M.
canis and T. violaceum. Contact with pets, sharing of combs or towels, and poor
hygiene increase the risk of major transmission of tinea capitis. While the use of
corticosteroids, postmenopausal and comorbid women increase the risk of tinea
capitis in adults.
Keywords: prevalence, epidemiology, Asia, and tinea capitis