Abstract :
Latar Belakang : Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi karena
adanya kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38°C) akibat suatu proses
ekstrakranium tanpa adanya infeksi intrakranial atau penyebab lain. Kejang demam
dapat menyebabkan banyak gangguan, salah satunya epilepsi. Epilepsi adalah cetusan
listrik lokal pada substansia grisea otak yang terjadi sewaktu-waktu, mendadak, dan
sangat cepat yang dapat mengakibatkan serangan penurunan kesadaran, perubahan
fungsi motorik atau sensorik, perilaku atau emosional yang intermiten dan stereotipik.
Menurut laporan World Health Organization (WHO), ditemukan sekitar 50 juta orang
di seluruh dunia penderita epilepsi. Sekitar 80% dari total penderita epilepsi di
seluruh dunia ditemukan di negara berkembang.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara riwayat kejang demam dengan kejadian
epilepsi pada anak di RS Universitas Kristen Indonesia.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan
metode pendekatan potong lintang untuk melihat hubungan riwayat kejang demam
pada anak terhadap terjadinya epilepsi anak usia 0-10 tahun periode 2015-2017 di RS
Universitas Kristen Indonesia.
Hasil : Riwayat kejang demam pada anak di RS Universitas Kristen Indonesia
terdapat 51 orang adalah anak yang tidak memiliki riwayat kejang demam dan 51
orang selebihnya adalah anak dengan riwayat kejang demam. Kejadian epilepsi pada
anak di bangsal anak RS Universitas Kristen Indonesia sebagian besar tidak
mengalami epilepsi yaitu sebanyak 57 orang (55,9%) sedangkan yang mengalami
epilepsi sebanyak 45 orang (44,1%).
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat kejang demam
dengan kejadian epilepsi pada anak di RS Universitas Kristen Indonesia dengan P
value sebesar 0.000 < (P = 0,05) dan OR = 4,923.
Kata kunci: Kejang Demam, Epileps. / Background: Febrile seizures are a seizure spasm that occurs due to an increase in
body temperature (rectal temperature above 38 ° C) due to an extracranium process in
the absence of intracranial infections or other causes. Febrile seizures can cause many
disorders, one of which is epilepsi. Epilepsi is a local electrical blow on the
occasional, sudden, and very rapid brain substance that can lead to conscious,
stereotyped, intermittent and stereotyped behavioral, motor or sensory, intermittent,
behavioral or emotional changes. According to a World Health Organization (WHO)
report, there are around 50 million people worldwide epilepsi. About 80% of total
epilepsi patients worldwide are found in developing countries.
Objective: To determine the relationship between history of febrile seizures and
epilepsi occurrence in children at Christian University of Indonesia Hospital.
Method: This study used an analytic observational research design with cross
sectional approach method to see the relation of history of febrile seizures in children
to epilepsi of children aged 0-10 years period 2015-2017 in Christian University of
Indonesia Hospital.
Result: History of febrile seizures in children at RS Kristen Indonesia University of
Indonesia there are 51 people are children who have no history of febrile seizures and
51 people the rest are children with history of febrile seizures. Epilepsi incidence in
children in hospital wards of the Christian University of Indonesia Hospital mostly
did not experience epilepsi as many as 57 people (55.9%) while those with epilepsi as
many as 45 people (44.1%).
Conclusion: There is a significant correlation between history of febrile seizures and
epilepsi incidence in children in Christian University of Indonesia Hospital with P
value of 0.000 < (P = 0,05) and OR = 4,923.
Keyword: Febrile seizures, Epilepsi.