Abstract :
Hubungan Asupan Mikronutrien dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia Angkatan 2019.
Anemia merupakan masalah kesehatan yang paling sering dijumpai didunia dan
salah satu penyebab kecacatan didunia. Anemia adalah suatu kondisi dimana
konsentrasi hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Secara global,
prevalensi anemia sekitar 51% dan di Asia Tenggara sebesar 41,5%. Rendahnya
asupan zat besi merupakan faktor terbesar terjadinya anemia defisiensi besi.
Selain zat besi, zat gizi lain yang dapat menyebabkan anemia adalah: Zink,
Vitamin B6, Vitamin C, Vitamin B12, dan Asam Folat. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui hubungan asupan mikronutrien dengan kejadian anemia
pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia Angkatan
2019. Metode yang digunakan berupa metode analitik deskriptif dengan
pendekatan cross sectional. Data asupan mikronutrien didapatkan melalui metode
recall 2x24 jam lalu dianalisis dengan software nutrisurvey dan dibandingkan
dengan AKG. Pemeriksaan kadar haemoglobin menggunakan metode fotometer.
Hasil penelitian didapat prevalensi anemia sebesar 15 orang (25%). Hasil analisis
didapatkan yaitu terdapat hubungan antara asupan zat besi (p=0,000), vitamin B12
(p=0,000), asam folat (p=0,001), vitamin B6 (p=0,034), dan zink (p=0,000)
dengan kejadian anemia. Dan sebaliknya, tidak terdapat hubungan antara asupan
vitamin C dengan kejadian anemia (p=1,0) Disimpulkan bahwa terdapat
hubungan antara asupan zat besi, vitamin B12, asam folat, vitamin B6, dan zink
dengan kejadian anemia, dan tidak terdapat hubungan antara vitamin C dengan
kejadian anemia. Disarankan mahasiswa/I untuk meningkatkan konsumsi
makanan yang kaya akan zat besi, vitamin B12, asam folat, vitamin B6, zink, dan
vitamin C.
Kata Kunci : Anemia, Asupan Mikronutrien, Remaja. / The Relation between Micronutrient Intake with Anemia in Students of the
Faculty of Medicine, Universitas Kristen Indonesia Class of 2019.
Anemia is a health problem that is most often found and one of the causes of
disability in the world. Anemia is a condition in which the concentration of
hemoglobin in the blood is less than normal. Globally, anemia prevalence is
around 51% and in Southeast Asia is 41.5%. Low iron intake is the biggest factor
in iron deficiency anemia. Besides iron, other nutrients someone lack of that can
cause anemia are: zinc, Vitamin B6, Vitamin C, Vitamin B12, and Folic Acid.
The purpose of this study is to determine the relationship between micronutrient
intake with the cause of anemia in students class of 2019 in the Faculty of
Medicine of Universitas Kristen Indonesia. The method used is a descriptive
analytic method with a cross sectional approach. Micronutrient intake data
obtained through the 2x24 hour recall method is then analyzed with the
nutrisurvey software and compared with the AKG. Examination of hemoglobin
levels is done using the photometer method. The results of the study showed that
the prevalence of anemia was 15 people (25%). The results of the analysis found
that there is a relationship between iron intake (p=0,000), vitamin B12 (p=0,000),
folic acid (p=0.001), vitamin B6 (p=0.034), and zinc (p=0,000) with the occurance
of anemia. And vice versa, there was no relationship between vitamin C intake
and anemia (p=1.0). It was concluded that there is a relationship between iron
intake, vitamin B12, folic acid, vitamin B6, and zinc with anemia, however there
is no relationship between vitamins C with the occurance of anemia. It is
recommended for students to increase consumption of food rich in iron, vitamin
B12, folic acid, vitamin B6, zinc, and vitamin C.