Abstract :
Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan dalam
kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematis, yang diberikan
pembelajaran menggunakan model berbasis masalah (Problem Based Learning),
dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Metodologi yang diterapkan
dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan pendekatan eksperimental.
Sampel terdiri dari 46 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok
kontrol dan kelompok eksperimen. Dalam analisis data, langkah-langkah termasuk
pengujian normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, pemeriksaan
homogenitas, uji hipotesis, dan penerapan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan siswa
dalam pemecahan masalah antara model pembelajaran berbasis masalah dan model
pembelajaran konvensional.
Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), konvensional, kemampuan
pemecahan masalah. / The purpose of this study was to identify differences in students' abilities in
solving mathematical problems, given learning using a problem-based model
(Problem Based Learning), compared to conventional learning models. The
methodology applied in this research is a quantitative approach with an experimental
approach. The sample consisted of 46 students who were divided into two groups,
namely the control group and the experimental group. In data analysis, the steps
included normality testing using the Kolmogorov-Smirnov test, homogeneity
checking, hypothesis testing, and applying the Mann-Whitney U test. The results
showed that there were significant differences in students' ability to solve problems
between the problem-based learning model and conventional learning models.
Keyword: Problem-based learning (PBL), conventional, problem-solving ability