Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Gowa, Maria Magdalena Fitalin Azi
Subject
MEDICINE
Datestamp
2024-10-08 08:16:40
Abstract :
Hipertensi adalah kondisi tekanan darah ? 140/90 mmHg. Hipertensi merupakan
penyakit tidak menular nomor satu di dunia yang dapat menyebabkan kematian.
Prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara aktivitas fisik dan pola
makan terhadap kejadian hipertensi pada lansia di RW 011 Kelurahan Cawang
Kota Jakarta Timur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain
study cross sectional dengan aktivitas fisik dan pola makan sebagai variabel
independen dan kejadian hipertensi sebagai variabel dependen. Sampel penelitian
ini adalah lansia di RW 011 Kelurahan Cawang Kota Jakarta Timur yang
berjumlah 65 orang dengan metode simple random sampling. Data tekanan darah
diperoleh dari pengukuran tekanan darah dengan menggunakan
Sphygmomanometer. Aktivitas fisik menggunakan kuesioner IPAQ (International
Physical Activity Quetionnaire) dan pola makan menggunakan kuesioner FFQ
(Food Frequnecy Questionnaire). Analisis data dilakukan dengan menggunakan
uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar kejadian
hipertensi memiliki presentase 78,5%. Aktivitas fisik ringan sebanyak 40
responden (65,5%), pola makan dengan asupan natrium tersering adalah 38
responden (58,5%) dan asupan lemak tersering adalah 36 responden (55,4%) serta
asupan kalium yang jarang atau tidak sering sebanyak 36 (55,4%) responden.
Hasil analisis hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi (p=0,001). Hasil
analisis hubungan pola makan asupan natrium dengan kejadian hipertensi
(p=0,000) serta asupan lemak dengan kejadian hipertensi (p=0,023) dan asupan
kalium dengan hipertensi (p=0,004). Kesimpulannya adalah terdapat hubungan
yang bermakna antara aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian hipertensi
pada lansia di RW 011 Kelurahan Cawang Kota Jakarta Timur.
Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Aktivitas Fisik, Pola Makan. / Hypertension is defined as a systolic blood pressure to 140 mmHg or a diastolic
blood pressure to 90 mmHg. The purpose of this study is to see if there is a
relation between physical activity and diet and the prevalence of hypertension in
the elderly in RW 011 Cawang Urban Village, East Jakarta City. This study is a
quantitative cross-sectional study. Using a simple random sampling technique,
total 65 elderly in this research. Blood pressure data were obtained using a
Sphygmomanometer to measure blood pressure. The IPAQ (International
Physical Activity Questionnaire) is being used for physical activity, and the FFQ
(Food Frequency Questionnaire) is being used for diet. The Chi-Square test is
being used to analyze the data. According to the data analyzed, the amount of
hypertension cases account to 78.5 percent of the people. Light physical activity
was identified through 40 people (65.5%), the diet with the highest sodium intake
was identified through 38 people (58.5%), the highest fat intake was identified
through 36 people (55.4%), and the lowest potassium intake was identified
through 36 people (55.4%). The results of a study that found at the relationship
between physical activity and the incidence of hypertension (p = 0.001) The
results of a study that found at the relationship between dietary sodium intake and
hypertension (p = 0.000), fat intake and hypertension (p = 0.023), and potassium
intake and hypertension (p = 0.004). The studies show that physical activity and
diet have a significant relationship with the incidence of hypertension in the
elderly in RW 011 Cawang Urban Village, East Jakarta City.
Hypertension, Elderly, Physical Activity, and Diet