Abstract :
Dermatofita merupakan golongan jamur yang mampu menginvasi jaringan
keratin manusia dan hewan. Kelompok jamur ini dapat dikelompokkan menjadi tiga
genus yaitu Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Dermatofita dapat
menyebabkan infeksi yang disebut dermatofitosis. Prevalensi dermatofitosis di
Indonesia cukup tinggi yaitu 52% dari seluruh dermatomikosis. Dermatofita dibagi
dalam tiga kelompok berdasarkan afinitasnya, yaitu dermatofita geofilik, antropofilik,
dan zoofilik. Dermatofita geofilik hidup sebagai jamur saprofit pada tanah yang kaya
akan keratin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi
dermatofita geofilik dari tanah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.
Sebanyak 30 sampel tanah kompos atau humus dikumpulkan dari empat provinsi di
wilayah Jawa (Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta). Tanah humus yang
biasa dipakai untuk menanam tanaman hias. Metode isolasi yang dipakai adalah
tehnik hair baiting yakni dengan menanam tanah pada rambut steril. Pertumbuhan
jamur muncul pada umpan setelah satu hingga 14 hari inkubasi pada suhu kamar,
kemudian dikultur pada media Agar Saboroud Dextrosa (ASD+). Dari 30 sampel
tanah dapat diisolasi enam isolat jamur dermatofita dari empat sampel tanah. Spesies
yang dapat diidentifikasi adalah empat isolat Microsporum gypseum, satu isolat
Trichophyton rubrum, dan satu isolat Trichophyton mentagrophytes. M. gypseum
merupakan spesies yang paling banyak diisolasi.
Kata kunci :Dermatofita, Tanah, Jawa. / Dermatophytes are a group of fungi that can invade keratinized tissue of
humans and animals. This group can be grouped into three genera: Trichophyton,
Microsporum, and Epidermophyton. Dermatophytes can produce an infection called
dermatophytosis. The prevalence of dermatophytosis in Indonesia is 52% of all
dermatomycosis. Based on its affinity, dermatophytes are divided into three groups:
geophilic, anthropophilic, and zoophilic. Geophilic dermatophytes lives as a
saprophytic on keratin rich soil. The aim of this study is to isolate and identify
geophilic dermatophytes in soils. The study uses descriptive methods. A total of 30
compost or humus samples were collected from four provinces in Java region (West
Java, Jakarta, Banten, Special Region of Yogyakarta). This study uses hair baiting
technique for isolation by planting soil in sterile hair. Fungal growth appears on the
baits after one to 14 days of incubation at room temperature, then cultured on
Saboroud Dextrose Agar (SDA+). Of 30 soil samples, six isolate dermatophytes
were isolated from four soil samples. Species that can be identified are four isolate
Microsporum gypseum, one isolate Trichophyton rubrum, and one isolate
Trichophyton mentagrophytes. M. gypseum is the most isolated species.
Keywords :Dematophytes, Soil, Java.