Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Putri, Putu Saraswati Yudana
Subject
MEDICINE
Datestamp
2024-10-11 08:47:38
Abstract :
Stress merupakan sebuah kondisi yang mengakibatkan keseimbangan homeostasis di
tubuh terganggu. Ketika tubuh terpapar oleh stressor, hipotalamus akan
mempengaruhi pengeluaran katekolamin dari kelenjar adrenal. Salah satu
katekolamin yang keluar adalah adrenalin. Adrenalin akan meningkatkan kontraksi
kerja otot jantung, mendilatasi pembuluh darah dan meningkatkan glikogenolisis dan
glukonegonesis yang menyebabkan kadar gula darah meningkat. Penelitian
merupakan eksperimental analitik dengan menggunakan hewan coba berupa tikus
Rattus norvegicus jantan, berusia 24 minggu, berat 250-300 gr dan sehat. Jumlah
sampel 24 ekor tikus dan terbagi menjadi 4 kelompok, dengan 2 kelompok kontrol
yang tidak diinjeksi adrenalin dan 2 kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok
perlakuan dibedakan antara hewan coba yang dipuasakan (P1) dan tidak puasa (P2)
dan diinjeksi adrenalin 0,6mg/kgBB secara intraperitoneal. Penelitian ini
menggunakan metode pre-test dan post-test dalam mengukur kadar gula darah tikus.
Hasil uji statistik berupa one way ANOVA, didapatkan bahwa pada kelompok
perlakuan terdapat perbedaan nyata (p<0,05) antara hasil pre-test dan post-test kadar
gula darah.
Kata Kunci: Adrenalin, Gula Darah, Stress. / Stress is a condition which cause a steady state in body distrupped. When body hit by
a stressor, hypotalamus will send a signal to adrenal gland to produce cathecolamine.
One of the cathecolamine is adrenaline. Adrenaline will increase heart muscle
contraction, dilatation of blood vessels and increase glycogenolysis and
gluconeogenesis which make blood glucose increase. This is an experimental
research with research subject are male Rattus norvegicus, 24 weeks, 250-300 gr and
healthy. Total sample are 24 rats and divided into 4 group, with 2 group of controls
which are not injected by adrenaline and 2 groups of treatment. Each groups of
treatment will be differentiated between fasting groups (P1) and not fasting groups
(P2) and injected by adrenaline 0,6 mg/kgBB via intraperitoneal. This research use
pre-test and post-test methods in measuring the blood glucose level. The result of one
way ANOVA, there is a significance different (p<0,05) between pre-test and post-test
of blood glucose level.
Keywords: Adrenaline, Blood Glucose, Stress.