Abstract :
Polusi udara merupakan salah satu penyebab timbulnya masalah kesehatan yang
dihadapi oleh negara Indonesia. Polutan yang menyebabkan polusi udara, salah satunya
adalah particulate matter dengan ukuran 10 mikron sampai 0,1 mikron. Polutan ini dapat
mempengaruhi fisiologi organ paru sehingga menyebabkan nilai APE menjadi lebih buruk
jika dihirup terus menerus. Pekerja luar ruangan yaitu pengemudi ojek online dan pedagang
kaki lima merupakan pekerja yang sering terpapar oleh particulate matter ini. Penelitian
ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbandingan nilai arus puncak ekspirasi pada
pengemudi ojek online dan pedagang kaki lima di Kelurahan Pakulonan Barat Kecamatan
Kelapa Dua Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Penelitian ini bersifat analitik
observasional, dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pedagang kaki lima memiliki nilai APE lebih buruk yaitu 366.4 L/menit dibandingkan
dengan pengemudi ojek online dengan rata-rata nilai APE yaitu 414,6 L/menit dan p= 0,001
(p<0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan bermakna antara nilai APE pada pedagang kaki
lima dan pengemudi ojek online. Selain itu, ada faktor lain dalam penelitian ini seperti usia,
suku, masa kerja, lama kerja dan kebiasaan menggunakan APD pada masing- masing
pekerja. Saran: perlu dilakukan penyuluhan oleh pemerintah (puskesmas setempat) kepada
masyarakat yang beraktifitas/ bekerja di jalan tentang pentingnya menjaga kesehatan
(penggunaan masker yang benar, jenis masker, dan menjaga kesehatan fisik).
Kata Kunci: Particulate Matter, Nilai Arus Puncak Ekspirasi, Pengemudi Ojek Online,
Pedagang Kaki Lima. / Air pollution is one of the causes of health problems in Indonesia. One of the
pollutants causing it is particulate matter with a size of 10 microns to 0.1 microns. This
pollutant can affect pulmonary physiology, causing the peak expiratory flow rate to be
worse if inhaled continuously. Outdoor workers such as online motorcycle taxi drivers and
street vendors are workers often exposed to this particulate matter. This research aims to
prove the existence of comparison of the peak expiratory flow rate of online motorcycle
taxi drivers and street vendors in Pakulonan Barat Village, Kelapa Dua Subdistrict,
Tangerang Regency, Banten Province. It is an analytic observational research with cross
sectional approach. The findings revealed that street vendors had a worse PEF rate of 366.4
L/minute compared to online motorcycle taxi drivers with an average PEF rate of 414.6
L/minute and p = 0.001 (p < 0.05). It meant that there was a significant difference between
the PEF rate of street vendors and online motorcycle taxi drivers. Moreover, there were
other factors affecting this research such as age, ethnicity, years of service, length of
employment, and habit of using personal protective equipment on each worker. It is
suggested that it is necessary to provide counseling by the government (local public health
center) to people who are active/working on the street about the importance of maintaining
health (using the proper mask and types of mask, and maintaining physical health).
Keywords: Particulate Matter, Peak Expiratory Flow Rate, Online Motorcycle Taxi
Drivers, Street Vendors