Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Rouw, Evander Samuel Banua
Subject
MEDICINE
Datestamp
2024-09-24 04:28:01
Abstract :
Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang disebabkan penggumpalan protein di lensa.
Penyebab utama katarak adalah degenerasi, trauma, diabetes dan penyakit lainnya, terbanyak
menyerang orang-orang yang lanjut usia. Gejala utamanya adalah penglihatan kabur, juga bisa
berupa penglihatan ganda dan silau terhadap cahaya. Tekanan intraokular adalah tekanan yang
diberikan oleh akuos humor pada permukaan bagian dalam mata. Peningkatan tekanan
intraokular dapat disebabkan oleh terganggunya aliran akuos humor dimana terjadi
ketidakseimbangan aliran inflow dan outflow. Fakoemulsfikasi adalah metode operasi katarak
di mana lensa diemulsi dengan gelombang ultrasonik, diaspirasi dan lensa diganti dengan lensa
intraokular buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan tekanan intraokular
pasca operasi katarak dengan fakoemulsifikasi di RSU UKI tahun 2019. Menggunakan desain
retrospektif dengan pengambilan sampel sebanyak 77 pasien. Analisis data menggunakan
SPSS / Paket Statistik Ilmu Sosial. Dianalisis dengan Chi-square antara tekanan intraokular
sebelum operasi dan setelah operasi. Hasilnya ada hubungan signifikan antara tekanan
intraokular sebelum operasi dan satu hari setelah operasi katarak, namun tidak ada hubungan
signifikan antara tekanan intraokular sebelum operasi dan satu bulan setelah operasi katarak.
Kesimpulannya ada peningkatan yang signifikan pada tekanan intraokular satu hari setelah
fakoemulsifikasi.
Kata kunci : katarak, tekanan intraokular, fakoemulsifikasi. / Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang disebabkan penggumpalan protein di lensa.
Penyebab utama katarak adalah degenerasi, trauma, diabetes dan penyakit lainnya, terbanyak
menyerang orang-orang yang lanjut usia. Gejala utamanya adalah penglihatan kabur, juga bisa
berupa penglihatan ganda dan silau terhadap cahaya. Tekanan intraokular adalah tekanan yang
diberikan oleh akuos humor pada permukaan bagian dalam mata. Peningkatan tekanan
intraokular dapat disebabkan oleh terganggunya aliran akuos humor dimana terjadi
ketidakseimbangan aliran inflow dan outflow. Fakoemulsfikasi adalah metode operasi katarak
di mana lensa diemulsi dengan gelombang ultrasonik, diaspirasi dan lensa diganti dengan lensa
intraokular buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan tekanan intraokular
pasca operasi katarak dengan fakoemulsifikasi di RSU UKI tahun 2019. Menggunakan desain
retrospektif dengan pengambilan sampel sebanyak 77 pasien. Analisis data menggunakan
SPSS / Paket Statistik Ilmu Sosial. Dianalisis dengan Chi-square antara tekanan intraokular
sebelum operasi dan setelah operasi. Hasilnya ada hubungan signifikan antara tekanan
intraokular sebelum operasi dan satu hari setelah operasi katarak, namun tidak ada hubungan
signifikan antara tekanan intraokular sebelum operasi dan satu bulan setelah operasi katarak.
Kesimpulannya ada peningkatan yang signifikan pada tekanan intraokular satu hari setelah
fakoemulsifikasi.
Kata kunci : katarak, tekanan intraokular, fakoemulsifikasi