Abstract :
Siklus menstruasi merupakan waktu sejak hari pertama mulainya menstruasi hingga
datangnya menstruasi periode berikutnya, yang berkisar antara 21-35 hari dengan ratarata 28 hari. Menstruasi dari seorang perempuan dapat mengalami gangguan, hal ini
dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah stres. Stres adalah keadaan
ketidakseimbangan antara tuntutan hidup dengan kemampuan individu sehingga tubuh
merespons secara psikis, fisiologis dan perilaku. Stres merangsang aksis HipotalamusPituitari Adrenal sehingga dihasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol menyebabkan
terjadinya ketidakseimbangan hormonal termasuk hormon reproduksi yang
mempengaruhi siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
stres terhadap siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas
Kristen Indonesia Angkatan 2017-2020 yang dilakukan Tahun 2021. Penelitian ini
merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan crosss sectional.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress
Scales (DASS 42) dan kuesioner siklus menstruasi. Teknik sampling dalam penelitian
ini menggunakan purposive sampling, dengan total sampel berjumlah 314 mahasiswi
sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil Uji Statistik Chi-Square didapatkan
nilai p adalah 0,049 (p< 0,05), yang dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
stres terhadap terhadap siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Indonesia (FK UKI) angkatan 2017-2020 Tahun 2021.
Kata Kunci: Kortisol, Hipotalamus, Hormonal. / The menstrual cycle runs from the first day of the menstrual period until the time of
the next period, ranging from 21-35 days to an average of 28 days. A woman's
menstrual flow may be impaired, and stress can be a factor. Stress is a state of
imbalance between the demands of life and the ability of the individual that make the
body responds psychologically, physiologically, and behaviorally. Stress stimulates the
hypothalamus-pituitary-adrenal cortex axis and thus produces the hormone cortisol.
The hormone cortisol causes hormonal imbalances, including reproductive hormones,
which affect the menstrual cycle. The purpose of this study is to learn the relationship
between stress and menstrual cycle in the Faculty of Medicine Universitas Kristen
Indonesia class of 2017-2020. The study is an analytic observational study with a crosssectional approach taken in January 2021. The data are collected using Depression
Anxiety Stress Scales DASS 42 questionnaire and a menstrual cycle questionnaire.
Sampling techniques in this study is using purposive sampling, with total 314 students
to match the predetermined criteria. The results chi-square test is p=0.049 (p< 0.05),
which could be concluded that there is a relationship between stress and menstrual
cycles in the student of the Faculty of Medicine Christian University of Indonesian
generation 2017-2020.
Keywords: Cortisol, Hypothalmus, Hormonal.