Abstract :
Hibualamo secara harafiah berarti ?rumah besar? sebagai tempat masyarakat
adat Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, untuk
bermusyawarah. Hibualamo tidak sekedar bangunan fisik, namun juga memiliki
filosofi dan nilai-nilai luhur kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Nilai-nilai Hibualamo juga terbukti mampu menyatukan masyarakat Halmahera
Utara yang mengalami konflik terkait perbedaan agama pada tahun 1999-2000.
Meskipun menjadi identitas bagi masyarakat di Halmahera Utara, namun nilai-nilai
Hibualamo saat ini semakin luntur. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan
September hingga Desember 2023 di Tobelo dengan lokus SMA Kristen Tobelo
yang memiliki mata pelajaran seni budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis penyebab lunturnya nilai Hibualamo, untuk menganalisis linearitas
nilai Hibualamo dengan nilai Kristiani, untuk mendeskripsikan dan menganalisis
upaya melestarikan nilai budaya Hibualamo, untuk menganalisis keterbatasan ruang
lingkup mata pelajaran seni budaya memuat nilai Hibualamo, serta untuk
menganalisis dan mensintesis model Pendidikan karakter siswa SMA Kristen
Tobelo berbasis nilai budaya Hibualamo yang linear dengan nilai Kristen. Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, observasi dan
wawancara secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
lunturnya nilai-nilai Hibualamo dipengaruhi oleh modernisasi, minimnya wadah
untuk belajar nilai-nilai Hibualamo serta lemahnya dukungan kebijakan pemerintah
daerah. Hibualamo memiliki nilai-nilai yang linear dengan nilai Kristenseperti o
dora atau kasih sayang, o diai atau kebenaran dan o baliara atau kepedulian.
Terdapat pula tradisi yang tidak sesuai dengan nilai Kristen seperti ?maso minta?
atau meminang yang memungkinkan pasangan bisa hidup bersama seperti suami
istri meskipun belum diberkati Gereja. Upaya pelestarian nilai Hibualamo
umumnya dilakukan melalui kegiatan seni budaya. Nilai-nilai Hibualamo tidak
termuat dalam mata pelajaran di sekolah seperti mata pelajaran seni budaya
sehingga pengaruhnya sangat kecil terhadap pembentukan karakter siswa. Sekolah
berbasis pendidikan nilai Hibualamo dapat menjadi solusi untuk membentuk
karakter siswa sekaligus untuk melestarikan nilai luhur Hibualamo.
Kata Kunci: Karakter, Linear, Nilai Hibualamo, Seni Budaya. / Hibualamo literally means "big house" as a place for the Tobelo traditional
community in North Halmahera Regency, North Maluku Province, for deliberation.
Hibualamo is not just a physical building, but also has a philosophy and noble values
of life that have been passed down from generation to generation. Hibualamo's
values were also proven to be able to unite the people of North Halmahera who
experienced conflict related to religious differences in 1999-2000. Even though it
has become an identity for the people of North Halmahera, Hibualamo values are
currently fading. This research was carried out from September to December 2023
in Tobelo at Tobelo Christian High School which has arts and culture subjects. The
aim of this research is to analyze the causes of the fading of Hibualamo values, to
analyze the linearity of Hibualamo values with Christian values, to describe and
analyze efforts to preserve Hibualamo cultural values, to analyze the limited scope
of cultural arts subjects containing Hibualamo values, and to analyze and synthesize
educational models towards the character of Tobelo Christian High School students
based on Hibualamo cultural values which are linear with Christian values. This
research uses a qualitative descriptive method through literature study, observation
and interviews using purposive sampling. The research results show that the decline
of Hibualamo values is influenced by modernization, the lack of a place to learn
Hibualamo values and weak support from local government policies. Hibualamo has
values that are linear with Christian values such as o dora or compassion, o diai or
truth and o baliara or care. There are also traditions that are not in accordance with
Christian values, such as "maso asking" or proposing marriage which allowscouples
to live together like husband and wife even though they have not been blessed by
the Church. Efforts to preserve Hibualamo values are generally carried out through
arts and culture activities. Hibualamo's values are not included in schoolsubjects such
as arts and culture subjects so they have very little influence on the formation of
students' character. Schools based on Hibualamo values education canbe a solution
to shape student character as well as to preserve the noble values of Hibualamo.
Keywords: Character, linear, hibualamo values, arts and culture