Abstract :
PT Bayu Bumi Gemilang as a company who owns PLTMG Bontang II intends to
distribute and commercialize their electrical power to customers (Priority customer
(BBRI) and PLN) hence stability and reliability of system should be performed to
minimize down time when fault occur. The stability of PLTMG Bontang II system not
only depend on power plant side, but also depend on load, PLN and BBRI. This
document is report of transient stability study in PLTMG Bontang II. The result of this
study will be used as basis of setting and configuration in PLTMG Bontang II system.
However the biggest problem of this configuration is the disturbance from PLN side.
When outgoing CB to PLN open (either because of short circuit or loss of load), PLTMG
Bontang II forfeit voltage and frequency refference, so frequency in PLTMG Bontang II
will increase dramatically. To minimize this problem 1 or 2 (if required) generators shall
be removed sequentially from system. It is recommended to use frequency base and
using fast controlling system as system detection. The second problem is disturbance
from cable between PLTMG Bontang II and BBRI. This fault could triger undervoltage
relay in power plant. Therefore it?s recommended to install new CT c/w relay protection
in 11 kV side transformer then interlock to priority costumer CB (incoming transformer
CB; 20kV side). So the fault can be neutralized before impacted to power plant. / PT Bayu Bumi Gemilang sebagai perusahaan pemilik PLTMG Bontang II bermaksud
untuk mendistribusikan dan mengkomersilkan tenaga listrik mereka kepada pelanggan
(pelanggan Prioritas (BBRI) dan PLN) maka stabilitas dan keandalan sistem harus
diperhatikan untuk meminimalkan waktu pemadaman ketika terjadi gangguan. Stabilitas
sistem PLTMG Bontang II tidak hanya bergantung pada sisi pembangkit listrik, tetapi
juga tergantung pada beban, PLN dan BBRI. Dokumen ini merupakan laporan studi
stabilitas transien di PLTMG Bontang II. Hasil dari penelitian ini akan digunakan
sebagai dasar pengaturan dan konfigurasi dalam sistem PLTMG Bontang II. Namun
masalah terbesar konfigurasi ini adalah gangguan dari sisi PLN. Ketika CB keluaran
untuk PLN terbuka (baik karena sirkuit pendek atau kehilangan beban), PLTMG
Bontang II kehilangan referensi tegangan dan frekuensi, sehingga frekuensi di PLTMG
Bontang II akan meningkat secara cepat. Untuk meminimalkan masalah ini, generator 1
atau 2 (jika diperlukan) harus dimatikan secara berurutan dari sistem. Disarankan untuk
menggunakan frekuensi dasar dan menggunakan sistem kontrol cepat sebagai
pendeteksian sistem. Masalah kedua adalah gangguan dari kabel antara PLTMG
Bontang II dan BBRI. Kesalahan ini dapat memicu relay undervoltage di pembangkit
listrik. Oleh karena itu, disarankan untuk menginstal relay proteksi CT c / w yang baru di
transformator sisi 11 kV kemudian interlock ke CB pelanggan prioritas (incoming
transformer CB sisi 20kV), sehingga gangguan dapat dinetralisir sebelum berdampak
ke pembangkit listrik