Abstract :
Latar belakang: Akne vulgaris adalah kondisi kulit paling umum yang
mempengaruhi remaja fase akhir di seluruh dunia. Peningkatan hormon pada
menstruasi dapat mempengaruhi eksaserbasi kulit serta memicu Akne vulgaris
pada beberapa jumlah perempuan dewasa muda usia 16-21 tahun. Pada penelitian
ini dilakukan analisa hubungan angka kejadian akne vulgaris dengan menstruasi
pada mahasiswi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan
cross sectional dengan sampel 81 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas
Kristen Indonesia angkatan 2019 yang memenuhi kriteria inklusi (terdaftar
sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, berusia
16-22 tahun, pernah menderita Akne vulgaris). Data yang dikumpulkan
merupakan data primer dengan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan
dengan uji Chi-square, dengan tingkat kemaknaan p<0,05.
Hasil penelitian: Kejadian akne vulgaris paling banyak ditemukan pada waktu
sebelum menstruasi (71,6%). Usia terbanyak yang pernah menderita akne vulgaris
adalah 20 tahun (45,7%), riwayat orang tua kurang mempengaruhi akne vulgaris
(67,9%), kosmetik berpengaruh pada akne vulgaris (71,6%), faktor stress
berpengaruh pada akne vulgaris (95,1%), jenis makanan yang berpengaruh pada
akne vulgaris paling banyak yaitu kacang-kacangan (23,46%). Ada hubungan
angka kejadian Akne vulgaris dengan menstruasi pada mahasiswi Fakultas
Kedokteran Universitas Kristen Indonesia angkatan 2019 (p=0,043).
Kesimpulan: Angka Kejadian akne vulgaris paling banyak ditemukan pada waktu
sebelum menstruasi (30,8%) serta terdapat hubungan angka kejadian akne
vulgaris dengan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas
Kristen Indonesia angkatan 2019.
Kata kunci: Akne vulgaris, menstruasi. / Background: Acne vulgaris is the most common skin condition affecting late
teens worldwide. Increased hormones in menstruation can affect exacerbations of
the skin and trigger acne vulgaris affecting several young adult women aged 16-
21 years. In this study, an analysis of the relationship between the incidence of
acne vulgaris and menstruation in female students was conducted.
Methods: This study was an observational study with a cross-sectional design
with a sample of 81 students of the Faculty of Medicine, Christian University of
Indonesia, class 2019 who met the inclusion criteria (registered as students of the
Faculty of Medicine, Christian University of Indonesia, aged 16-22 years, had
suffered from acne vulgaris). The data collected is primary data by filling out a
questionnaire. Data analysis was performed using the Chi-square test, with a
significance level of p <0.05.
Results: The incidence of acne vulgaris was mostly found at the time before
menstruation (71.6%). Most of the age who had suffered from acne vulgaris was
20 years (45.7%), parental history had less influence on acne vulgaris (67.9%),
cosmetics affected acne vulgaris (71.6%), stress factors affected acne vulgaris
(95.1%), the most types of food that affected acne vulgaris were nuts (23.46%).
There is a correlation between the incidence of acne vulgaris and menstruation in
2019 students of the Faculty of Medicine, Christian University of Indonesia (p =
0.043).
Conclusion: The incidence rate of Acne vulgaris was mostly found at the time
before menstruation (30.8%) and there was a correlation between the incidence of
acne vulgaris and menstruation in students of the Faculty of Medicine, Christian
University of Indonesia class 2019.
Keywords: Acne vulgaris, menstruation