Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menjelaskan fokus
penelitian pada pendidikan agama kristen dalam keluarga korban trafficking. Sub
fokus sebagai perspektif penelitian mencakup pengenalan tentang Yesus Kristus,
kepastian keselamatan, penatalayanan keluarga kristen, norma-norma dan nilainilai keluarga Kristen, dan komitmen keluarga kristen menghadapi masalah
trafficking.
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan,
pembinaan, sikap, dan keyakinan, serta penerapan prinsip-prinsip kebenaran
Kristen berdasarkan firman Tuhan, dari orangtua dan gereja dalam format
pendidikan agama Kristen. Keluarga-keluarga masih memandang pendidikan
agama Kristen sebagai tanggung-jawab lembaga pendidikan formal dan gereja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan studi kasus
sebagai metode dan teknik penelitian. Pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Trianggulasi digunakan sebagai sebuah teknik
untuk menguji validitas informasi. Pengambilan data sampling menggunakan
metode snowball dan mendapatkan sepuluh informan dari lima keluarga. Data
dianalisis dengan menggunakan cara: mereduksi, mendisplay, dan
memferivikasi/memberikan kesimpulan.
Hasil penelitian adalah bahwa pendidikan agama Kristen dalam keluarga
korban trafficking kurang memadai, karena lebih merupakan usaha pihak
keluarga, sedangkan pihak gereja kurang maksimal menanganinya. Bahkan ketika
trafficking terjadi pada keluarga, pihak gereja turut mendiamkan karena menjadi
korban dianggap aib, gereja tidak bersikap lebih proaktif untuk melakukan
tindakan kuratif. Trafficking pada umumnya terjadi pada keluarga Kristen yang
tingkat ekonomi rendah dan pada keluarga-keluarga yang mengalami perceraian.
Walaupun memang ada juga korban berasal dari keluarga ekonomi menengah dan
harmonis.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa sekalipun keluarga Kristen
korban trafficking memiliki permasalahan tingkat ekonomi yang rendah, adanya
keretakan rumah tangga, namun Pendidikan Agama Kristenlah yang membentuk
konsep dan pola berpikir serta bertingkahlaku sehingga keluarga merupakan
prioritas. Karena itu, gereja harus lebih serius dan intensif dalam menanganinya.
Gereja harus bekerjasama atau bersinergi dengan keluarga, masyarakat dan
pemerintah dalam memberikan solusi bagi keluarga Kristen korban trafficking.
Kata kunci: Pendidikan Agama Kristen. Korban Trafficking. Keluarga Kristen. / The aim of the research is to depict and explain the focus of the research on
Christian religious education in the trafficking victim?s families. The sub focus as
the perspective of research including the knowledge about Jesus Christ, the
assurance of salvation, Christian family stewardship, Christian norms and values
and Christian families commitment in facing the problem of trafficking.
The main problem of this research is lack of knowledge, guidance, attitude,
faith, and application of the principles of christian truth based on the Bible by
parents and church in christian religious education form. Christian families still
consider christian religious education as the authority of formal education and the
church.
The research approach was qualitative, whereas the case study serves as a
method and research technique. The datas were collected by observations,
interviews, and documentation, and triangulation as a technique to find the data
validity. The snowball sampling method was used for collecting ten informants
from five families. Data was analyzed by reduction, display, and
verification/conclusion.
The result of the research was that christian religious education in
trafficking victims families is insufficient, because it serves more as an effort of
the families themselves while the church is not doing their utmost in handling this
matter. Even when trafficking happens in a family the church remain silent
because becoming a victim of trafficking is seen as a shameful matter. The church
is not being proactive in doing curative action. Generally, the victims come from
poor families and divorced parents. Although it could also happen in a middle
class and harmonious family.
The conclusion of this research is that even though trafficking victims in
Christian families have economic problems and broken families, christian
religious education play an important role in the formation of the concept, way of
thinking and attitude in the family. So that family becomes a priority. Therefore,
the church should be more serious and handling this trafficking problem more
seriously. The church should act in cooperation with families, communities and
government in giving solutions for Christian families having trafficking victims.
Key words: Christian Religion Education, Trafficking Victim, Christian family.