Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Hutasoit, Binsar Mangaratua
Subject
PHILOSOPHY. PSYCHOLOGY. RELIGION
Datestamp
2024-10-08 10:46:24
Abstract :
Tujuan penelitian adalah supaya anak-anak ADHD mengenal dan mengambil
keputusan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya
sehingga mereka meyakini bahwa diri mereka sudah menerima hidup yang kekal
di sorga. Proses selanjutnya mereka bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus
Kristus dan mengalami perubahan tingkah laku.
Anak-anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah anakanak yang secara umum mempunyai kesulitan dalam berkomunikasi,
berkonsentrasi dan sangat aktif. Walaupun dalam tingkatannya, kesulitan tersebut
tidak selalu sama. Dengan gangguan kekurangan pada anak ADHD tersebut
menjadi sulit dalam memberitakan Injil. Sehingga pelayanan bagi anak ADHD
khususnya penginjilan pribadi kurang menjadi perhatian.
Tempat penelitian dilakukan di SD Kristen Lidia kelas 5 Kelapa Gading
Jakarta Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah penginjilan pribadi
menggunakan Buku Tanpa Kata Bergambar (BTKB).
Hasil penelitian yang diperoleh, ternyata memberitakan Injil melalui
penginjilan pribadi bergambar sangat tepat bagi anak-anak ADHD karena mereka
dapat berkomunikasi, berkonsentrasi, dan tidak terlalu banyak bergerak.
Meskipun, tidak semua pengkomunikasian Injil dapat terlaksana dengan baik.
Kesimpulan adalah pengkomunikasian Injil melalui penginjilan pribadi
bergambar bagi anak-anak ADHD perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh
tingkatan ADHD yang dimiliki oleh setiap anak. Perlu ada tindakan, pemikiran,
dan penelitian yang lebih baik khususnya bagi anak-anak yang memiliki tingkatan
ADHD tinggi atau parah. Biarlah semuanya hanya untuk kemuliaan nama Tuhan
Yesus. / The purpose of this research is that ADHD kids know and make a
decision to accept Jesus Christ as their personal Lord and Savior so that they
believe that they have been receiving eternal life in heaven. Further process is
that they grow in their knowledge of Jesus Christ and experience a change of
behavior.
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) children are those who
generally have difficulty in communicating, concentrating and hyperactive.
Although the levels of are not always the same. With this deficit disorder in
children with ADHD, it is difficult to proclaim the gospel, in this case
ministry for children with ADHD in particular personal evangelism are of less
concern.
The research is conducted at 5
th grade Lidia the Christian elementary
school Kelapa Gading, North Jakarta. Thus, the methodology used in this
approach is personal evangelism using the Buku Tanpa Kata Bergambar
(BTKB).
The communication through personal evangelism display is ideal for
ADHD children because they can communicate, concentrate, and do not
move too much, although not all communication of the gospel can be carried
out well.
Finally as aconclusion the communication of the Gospel through personal
pictorial evangelism for children with ADHD needs to seriously concern the
levels of ADHD that are owned by each child. Thus, there needs to be action,
thought, and better research, especially for children who have a high or severe
levels of ADHD. Thus, these all are for the glory of the name of the Lord
Jesus.