Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Subekti, Samuel Christianto
Subject
TECHNOLOGY
Datestamp
2024-11-08 02:03:13
Abstract :
Proses perlakuan panas merupakan kombinasi pemanasan dan pendinginan pada
material untuk mendapatkan sifat ? sifat mekanis yang diharapkan. Proses pemanasan
biasanya dimulai dengan pemanasan awal/mula yang kemudian dilanjutkan kepada
pemanasan sampai temperatur austenisasi dengan waktu tahan sesuai dengan karakteristik
material tersebut, setelah itu dilakukan pendinginan (quenching). Jenis media pendinginan
yang diberikanpun bervariasi untuk dapat membandingkan pengaruh media quench terhadap
nilai kuat tarik, kekerasan dan strukturmikro.
Pada penelitian ini jenis material yang dipakai adalah baja karbon CK 45, pemanasan
mula dilakukan pada temperatur 600°C selama 5 menit, kemudian dilakukan proses
pemanasan lanjut sampai temperatur asutenisasi 850°C, setelah itu dilakukan proses
quenching menggunakan media oli dan air. Tahap selanjutnya dilakukan pengujian
kekerasan, kuat tarik dan strukturmikro untuk melihat pengaruh proses perlakuan panas
tersebut.
Dari data hasil pengujian diperoleh peningkatan nilai kekerasan terjadi pada quench
media air yaitu 22 % dari material awal, kemudian disusul dengan oli SAE 20 dan oli SAE
40. Peningkatan kuat tarik juga terjadi terjadi pada quenching air dengan peningkatan sebesar
50 % terhadap material awal dan disusul dengan dua pendingin lainnya, Peningkatan nilai
elongasi terbesar terjadi pada quenching oli SAE 40 yaitu 15 %. Untuk struktur mikro quench
air butiran yang dihasilkan lebih besar dan homogen, untuk oli sendiri berbentuk agak
lonjong dan sedikit lebih besar, tidak homogen dan terurai.