Abstract :
Manusia dapat menjadi dirinya secara utuh, jika dapat memahami konsep dirinya
sebagai manusia holistik, yaitu diciptakan segambar dengan Allah. Konsep holistik yang ada
di dalam diri manusia merupakan anugerah dari Allah yang dapat menjadikan diri manusia
melampaui biologis manusia. Wujud biologis yang terlihat merupakan tempat untuk
menunjukkan manusia adalah ciptaan yang paling sempurna. Di sini, manusia dapat
melakukan sesuatu di dalam tindakan dan mengekspresikan sesuatu di dalam ungkapan.
Tindakan dan ekspresi yang dilakukan adalah sebagian gambaran dari apa yang dipikirkan
dan dirasakan. Ekspresi maupun tindakan yang dilakukan manusia dapat berdampak pada
dirinya dan orang lain. Inilah wujud manusia dapat melampaui wujud biologisnya. Akan
tetapi, pada realitasnya masih banyak orang belum mengetahui konsep harga dirinya sebagai
manusia holistik yang diciptakan sempurna segambar dengan Allah. Sering sekali tindakan
dan ekspresi yang berasal dari pikiran dan perasaan manusia tersebut menjadi sebab masalah
sosial manusia pada orang-orang tertentu. Dalam hal ini, penolakan salah satu muara masalah
sosial dan berdampak negatif bagi dirinya juga terhadap relasi dengan sesama. Anak jalanan
salah satu komunitas yang mengalami penolakan. Dampak negatif melalui penolakan
menjadikan si penolak dan anak jalanan sendiri lupa bahwa dirinya adalah ciptaan Allah yang
sempurna segambar dengan Allah. Akan tetapi, dampak negatif yang telah terjadi dapat
dikembalikan kepada pemahaman holistik melalui pemulihan atasnya. Di sinilah seharusnya
secara umum manusia menyadari mereka adalah ciptaan Allah yang di dalam dirinya adalah
makhluk holistik. Melalui ini juga, di sinilah peran pendidikan agama, (khususnya agama
Kristen) mengantarkan banyak orang serta anak jalanan memahami konsep tersebut.
Kata Kunci:Anak jalanan, pemulihan, Pendidikan Agama Kristen, harga, makhluk holistik.