Abstract :
Program Studi : Bimbingan dan Konseling, Universitas Kristen Indonesia, Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan apakah
ada peranan konseling individual dalam meningkatkan kepercayaan diri korban
bullying verbal di kelas VII SMP Santo Markus 1 Jakarta Timur.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan
teknik wawancara untuk mengetahui siswa yang mengalami bullying verbal di SMP.
Pada awalnya peneliti mencari tahu data siswa dengan melakukan wawacara kepada
guru wali kelas, guru bimbingan konseling, dan siswa korban bullying itu sendiri.
Dalam wawancara tersebut maka diketahui bahwa guru Bimbingan Konseling
menggunakan teknik konseling individu sebagai suatu layanan bantuan yang
diberikan kepada siswa korban bullying verbal. Dengan layanan tersebut guru
Bimbingan Konseling melakukan beberapa tahap dalam konseling individu. Yang
pertama adalah melakukan pendekatan kepada siswa korban bullying, lalu guru
Bimbingan Konseling mulai memberikan masukan kepada siswa korban bullying
verbal dan juga mendorongan yang positif untuk meningkatkan kepercayaan diri
siswa. Teknik wawancara yang dilakukan oleh peneliti dilakukan dalam tiga tahap,
tahap pertama adalah melakukan wawancara dengan guru wali kelas untuk
mengetahui siapa saja siswa yang sering mengalami bullying verbal baik dikelas
maupun disekolah. Kemudian yang kedua wawancara dilakukan kepada guru
Bimbingan Konsleing untuk mengetahui bantuan apa yang diberikan kepada siswa
korban bullying verbal. Dan yang ketiga wawancara dilakukan kepada dua orang
siswa korban bullying verbal untuk mengetahui permasalahan yang mereka hadapi
lebih detail, mencari tahu bagaimana cara mengatasi masalah itu sendiri, dan
mengetahui apakah bantuan yang diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling
dapat membantu mereka dalam mengatasi masalah mereka yaitu kurangnya
kepercayaan diri.
Penelitian ini dilakukan di ruangan Bimbingan Konseling dan kelas VII A SMP Santo
Markus 1 Jakarta Timur, Jl, Kelapa gading III Kramatjati, Jakarta Timur. Jumlah
responden ada 4 orang, yang terdiri dari guru wali kelas sebagai responden 3
memberikan informasi mengenai siswa korban bullying verbal di kelas, kemudian
guru Bimbingan Konseling sebagai responden 4 yang memberikan informasi tentang
bantuan dan layanan yang diberikan kepada siswa korban bullying verbal, 1 orang
siswa dan 1 orang siswi sebagai responden 1 dan responden 2 yang menjadi sample
penelitian dan juga korban bullying verbal dikelas VII A. Hasil penelitian yang diperoleh pada siklus 1 adalah hasil dari wawancara yang
dilakukan kepada guru wali kelas, dari hasil tersebut maka diketahui bahwa ada
masalah mengenai bullying verbal di kelas VII A SMP Santo Markus 1 Jakata Timur.
Kemudian pada siklus ke 2 adalah hasil wawancara yang dilakukan kepada guru
Bimbingan Konseling, dari hasil tersebut maka diketahui bahwa bantuan dan layanan
yang digunakan untuk membantu siswa korban bullyng verbal adalah konseling
individu. Kemudian pada siklus ke 3 adalah hasil wawancara yang dilakukan kepada
responden 1 dan responden 2, dari hasil tersebut dapat diketahui apa yang menjadi
permasalahan siswa korban bullying verbal dan bagaimana layanan yang diberikan
oleh sekolah untuk membantu siswa korban bullying verbal, dan juga mencari tau
hasil konseling individu yang dilkukan oleh guru Bimbingan Konseling dapat
meningkatkan kepercayaan diri anak yang sebelumnya tidak terlihat akibat bullying
verbal.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa siswa yang awalnya kurang
percaya diri akibat bullying verbal yang dilakukan oleh teman-temannya berubah
menjadi lebih percaya diri setelah melakukan konseling individu secara bertahap
dengan guru Bimbingan Konseling.
Kata kunci: Konseling Individu, Kepercayaan diri, Bullying verbal, Siswa, Guru
Bimbingan Konseling, Guru Wali Kelas.