Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman Pendidikan Agama
Kristen di sekolah bukan hanya sebagai mata pelajaran tetapi diterapkan sebagai pola
asuhan. Fenomena yang terlihat adalah adanya peserta didik yang masih belum mampu
berdoa, bernyanyi dan tidak setia beribadah Sekolah Minggu; peserta didik yang
dibesarkan oleh orangtua yang berbeda iman; dan peserta didik berbicara yang tidak
sopan. Menyajikan teori-teori tentang pendidikan agama Kristen, pola asuhan tinjauan
psikologi-spiritual dan integrasi pendidikan agama Kristen dalam proses belajar di
sekolah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan
peneliti sebagai instrumen. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara
kepada informan yaitu kepala sekolah sebagai pemberi kewenangan dan pembuat
kebijakan, guru wali kelas yang di kelasnya terdapat peserta didik beragama Kristen,
orangtua peserta didik beragama Kristen, dan peserta didik yang beragama Kristen.
teknik lain menggunakan literatur.
Berdasarkan hasil penelitian maka ditemukan bahwa pendidikan agama
Kristen dapat menjadi pola asuhan di sekolah dasar negeri Rawamangun 12 Pagi. Pola
asuhan pendidikan agama Kristen ditinjau dari psikologi-spiritual membentuk iman
Kristen peserta didik SDN Rawamangun 12 Pagi. Peneliti pun melakuan rechek
terhadap hasil temuannya. Temuan ini dapat memberi pencerahan dalam dunia
pendidikan bahwa pendidikan agama Kristen diberikan bukan hanya sebagai mata
pelajaran namun sebagai pola asuhan iman Kristen.
Kata Kunci : Pola Asuhan, Pendidikan Agama Kristen. / This study aims to give understanding about Christian Religious Education in
schools not just as a subject but must be applied as a pattern of care. The phenomenon
seen is the presence of learners who are still not able to pray, sing and do not faithfully
worship Sunday School; learners raised by parents of different faiths; and the learner
speaks impolite. Presents theories on Christian religious education, the pattern of
psychological-spiritual review of psychology and the integration of Christian religious
education in the learning process at school.
The method used in this study is a qualitative method, with researchers as an
instrument. The technique of collecting data through interviews to informants is the
principal as the authority and policy maker, the homeroom teacher in the classroom
there are Christian learners, Christian parental learners, and Christian learners. Other
techniques use literature.
Based on the results of the study it was found that Christian religious education
can be the pattern of care in SDN Rawamangun 12 Pagi. The pattern of care about
Christian religious education in terms of psychology-spiritual form of Christian faith
learners SDN Rawamangun 12 Pagi. Researchers also do rechek against the findings.
These findings can provide enlightenment in the world of education that Christian
religious education is given not only as a subject but as a pattern of Christian faith.
Keywords: Pattern of Care, Christian Religious Education.