Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Prasetyowati, Rr. Liliek Dyah
Subject
TECHNOLOGY
Datestamp
2024-10-07 07:53:16
Abstract :
Keberadaan alun-alun sebagai salah satu elemen kota tentunya akan bermanfaat
bagi masyarakat kota itu. Kota dibentuk oleh pandangan serta tujuan dalam
kehidupan masyarakatnya. Namun tujuan hidup dan budaya yang berbeda antara
penjajah dan daerah jajahannya bisa menjadi suatu bibit konflik atau malah
memperkaya dalam penerapan bentuk square
Kawasan Lapangan Banteng merupakan bagian perencanaan awal Kota Jakarta,
direncanakan area terbuka, menjadi landmark, perumahan Hindia Belanda,
terakhir sebagai terminal bus. Saat ini kawasan tersebut sudah mengalami
perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakatnya. Kawasan ini juga
menyimpan nilai historis yang dapat diwariskan kepada. generasi yang akan
datang.
Penelitian ini akan membuat kajian perubahan fungsikawasan Lapangan
Banteng Jakarta yang dahulu bernama Waterlooplein,yang merupakan salah
satu bentuk square di Indonesia.atau alun alun,untuk mengetahui apakah yang
menyebabkan kawasan ini berubah fungsinya menjadi seperti sekarang
.bagaimana perubahan fungsi itu bisaterjadi, apakah penyebabnya, siapakah
aktor aktor yang membuat perubahan fungsi dan dasar pemikiraan apakah yang
dipakai sehingga mempengaruhi perubahan fungsinya., Terlihat tradisi budaya
masyarakat setempat tidak berpengaruh dalam perencanaan Lapangan Banteng.
Diperlukan pengaturan agar perubahan yang terjadi untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat sekarang., tetapi tidak merusak karakteristik kawasan secara
keseluruhan.
Metode penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptip, dengan melihat
perobahan fungsinya berdasarkan tinjauan pustaka,pengumpulan data,kemudian
menganalisa kawasan tersebut untuk mendapatkan konsep/teori tentang kajian
perubahan fungsi kawasan tersebut.
Kata Kunci : Perubahan fungsi kawasan Lapangan Banteng, pelaku dan dasar
pemikiran. / The existence of a square within a city?s elements is beneficial to the citizens of
the city. The city is built based on the purpose and views in the life of its people.
However, the cultural differences and life goals between colonizers and their
colonies can become a seed of conflict or even enrich the application of its
square.
The Lapangan Banteng area was part of the initial plan of the city of Jakarta,
designed as an open area, a landmark and a housing community for the Dutch
East Indies and last used as a bus terminal. At this moment, this area is being
transformed according to the needs of the people around it. This area also holds a
lot of historical value that can be passed down to generations to come.
This research will study the changes in the functions of the Lapangan Banteng
area in Jakarta, formerly known as Waterlooplein, which is one of the squares
found in Indonesia, and to know what causes its functions to change to how it is
today, the reasons why they change, who the people behind these changes are and
what basis of what thoughts are made to affect these changes to take place. It
seems that the traditional culture of the people in the area are not affected by the
plans of Lapangan Banteng. It is necessary to ensure that changes are made to
accommodate the needs and wants of the people but at the same time it does not
take away the characteristics of the area as a whole.
The research will be shown with qualitative descriptions, by looking at the
changes in functions of the square based on evidence from literature, data
collection then analysing the researched area to collect information on the
concepts/theories used to decide on the change in functions of the area.
Key Words: Changes in functions of the Lapangan Banteng area, the person
responsible and the basis of thoughts.