Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko Saluran Distribusi Pupuk Bersubsidi Pada
PT. Pertani (Persero). Kelancaran kegiatan pendistribusian pupuk bersubsidi yang di lakukan
oleh PT. Pertani Persero sangat berpengaruh bagi peningkatan produktivitas pertanian,
ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan bagi petani.
Data hasil penelitian diperoleh dengan melakukan kuisioner dan wawancara dengan pihak
pihak yang terkait, dan juga memakai hasil penelitian yang relevan dengan objek penelitian
yang diteliti. Analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer
yang diperoleh dari Pihak PT. Pertani, sebagai pihak distributor, dan data dari sub distributor
serta kelompok tani. Data ? data yang diperoleh diolah dengan tahapan editing,
tabulatingserta scoring, dengan pendekatan metode survey skala Likert. Hasil pengolahan
data selanjutnya dianalisa dengan melakukan pendekatan teknik manajemen risiko.
Pendekatan teknik manajemen risiko memakai matrix peniliaian risiko atau risk assessment
matrix. Selanjutnya hasil terhadap penilian setiap risiko yang di peroleh dari analisa data
yang telah diolah dengan matrix penilaian risiko, kemudiandianalisasi lebih lanjut dengan
model analisis Heat Map.
Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses bisnis Saluran Distribusi
Pupuk Bersubsidi Pada PT. Pertani (Persero) mengindikasikan 5 (lima) hal memiliki nilai risk
assessment matrixdengan kategori tinggi yakni;.memalsukan kualitas pupuk bersubsidi nilai
risiko sebesar 17,5. Tidak tersedia pupuk bersubsidi nilai risiko sebesar 16,75. Adanya
pencurian internal (gudang sub distributor dan dalam distribusi ke kelompok tani) nilai risiko
sebesar 16,37. adanya oknum mengubah kemasan bersubsidi menjadi non subsidi utuk
kepentingan pribadi risiko sebesar 16,37. Petani tidak mempunyai akses untuk mengetahui
pupuk yang diorder oleh petani nilai risiko sebesar 16.
Dengan demikian penulis menyarankan agar diperlukan ?Tindakan tegas serta pendidikan
karakter serta Adanya platform digital yang memungkinkan bagi petanipemilik kartu tani
serta sub distributor mengakses keberadaan pupuk yang dipesan sesuai usulan RDKK? untuk
mengecilkan peluang dan dampak dari kejadian yang tidak diinginkan terutama terhadap 5
(lima) hal yang diuraikan sesuai karakteristik pekerjaan masing ? masing.
Kata Kunci: risiko, saluran distribusi, sumberdaya manusia dan platform digital. / This study aims to analyze the risk of Subsidized Fertilizer Distribution
Channels at PT. Pertani (Persero). The smooth distribution of subsidized fertilizers
carried out by PT. Pertani Persero is very influential for increasing agricultural
productivity, food security, and increasing welfare for farmers.
Research data obtained by conducting questionnaires and interviews with related
parties, and also using research results that are relevant to the research object under
study. Analysis of the data used in this study using primary data obtained from PT.
Farmers, as distributors, and data from sub distributors and farmer groups. The data
obtained were processed by editing, tabulating and scoring stages, using a Likert
scale survey method approach. The results of data processing are then analyzed by
using a risk management technique approach. The risk management technique
approach uses a risk assessment matrix or a risk assessment matrix. Furthermore, the
results of the assessment of each risk obtained from data analysis that has been
processed with a risk assessment matrix, then analyzed further with the Heat Map
analysis model.
The findings in this study indicate that in the business process of the Subsidized
Fertilizer Distribution Channel at PT. Pertani (Persero) indicates 5 (five) things that
have a risk assessment matrix value with a high category, namely; falsifying the
quality of subsidized fertilizers with a risk value of 17.5. There is no subsidized
fertilizer with a risk value of 16.75. The existence of internal theft (sub distributor
warehouse and distribution to farmer groups) the risk value is 16.37. the presence of
individuals who change subsidized packaging to non-subsidized for personal
interests, the risk is 16.37. Farmers do not have access to know the fertilizer ordered
by farmers, the risk value is 16.
Thus the authors suggest that "firm action and character education are needed as well
as the existence of a digital platform that allows farmers who own farmer cards and
sub-distributors to access the presence of fertilizers ordered according to the RDKK
proposal" to minimize the opportunities and impacts of unwanted events, especially
to 5 (five) things described according to the characteristics of each job.
Keywords: risk, distribution channel, human resources and digital platform