Abstract :
Penelitian ini berangkat dari latar belakang masalah pengaruh minat siswa terhadap
hasil belajar bahasa Mandarin di kelas X SMK N 48 Jakarta Timur. Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang positif dan signifikan antara minat
siswa terhadap hasil belajar bahasa Mandarin di kelas X SMK N 48 Jakarta Timur. Sampel
yang digunakan sebanyak 30 siswa. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan cara
simple random sampling atau acak sederhana.
Untuk meneliti masalah yang terjadi dilakukan penelitian yang dilaksanakan
selama satu bulan dari bulan Mei sampai Juni 2012. Dalam penelitian ini terdapat dua
variabel yakni variabel bebas yaitu minat siswa (X) dan variabel terikat yaitu hasil belajar
bahasa Mandarin (Y). Dalam mendapatkan data minat siswa, dibuat instrument penelitian
berupa kuesioner yang dalam pengukurannya menggunakan model skala Likert dengan
alternatif jawaban empat. Kuesioner minat siswa terdiri dari 30 pertanyaan, Setelah
dilakukan uji validitas menggunakan rumus koefisien korelasi product moment terdapat 2
pertanyaan yang tidak valid. Data hasil belajar bahasa Mandarin diperoleh dari nilai rapor
yang mencakup empat kompetensi dasar bahasa Mandarin.
Dari hasil penelitian dilakukan uji kenormalan data dengan uji liliefors data minat
siswa, diketahui nilai mutlak terbesar adalah 0.1415, pada taraf signifikansi ? 5% dengan
sampel 30 maka tabel liliefors dihasilkan nilai Ltabel 0.161, sehingga Lhitung lebih kecil dari
Ltabel yaitu 0.1415<161, dan variabel hasil belajar bahasa Mandarin nilai mutlak terbesar
adalah 0.1592 sehingga Lhitung lebih kecil dari Ltabel yaitu 0.1592<0.161 maka dapat
diambil kesimpulan bahwa data variabel minat siswa dan hasil belajar bahasa Mandarin
berasal populasi yang berdistribusi normal.
Pada pengujian linieritas regresi antara variabel minat siswa dengan hasil belajar
bahasa Mandarin taraf signifikan ? 0.05 dengan jumlah n 30 diperoleh persamaan regresi
?=67.69+0.16X, artinya bahwa untuk setiap tindakan pada (X) akan menghasilkan nilai
predeksi sebesar 0.16 maka minat belajar bahas Mandarin meningkat 67.69 kali.
Dalam pengujian koefisien korelasi (r) antara minat siswa dengan hasil belajar
bahasa Mandarin diperoleh r sebesar 0.95, maka itu berarti 90.25% (r²=0.9025) dapat
diprediksikan melalui minat siswa, sedangkan 9.5% sisanya dipengaruhi faktor lainnya.
Dengan kata lain, terdapat pengaruh positif antara variabel minat siswa dengan variabel
hasil belajar bahasa Mandarin.