Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan apakah
penggunaan metode pengajaran cooperative learning tipe Team Games Tournament
dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Mandarin. Data didapat dari hasil observasi
peneliti, catatan peneliti sebagai guru, lembar kerja siswa, nilai evaluasi, foto-foto
selama kegiatan berlangsung.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas
(Classroom Action Research). Penelitian ini dilakukan di dalam kelas saat kegiatan
belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan metode pengajaran Cooperative
Learning Tipe Team Games Tournament yang bertujuan untuk mendorong siswa
belajar dan berkolaborasi dalam kelompok masing-masing. Kerjasama terjadi antar
siswa dalam kelompok. Komunikasi terjadi antara siswa dengan siswa dan antara
guru dengan siswa. Situasi belajar yang demikian merupakan salah satu pendorong
motivasi siswa dalam belajar bahasa mandarin, sehingga hasil belajar siswa dapat
meningkat.
Tempat penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Asisi, Jl H. Ramli Menteng
Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Adapun jumlah sampel yang diteliti sebanyak 21
siswa yang terdiri dari 12 siswa putra dan 9 siswa putri.
Hasil penelitian yang diperoleh dari pengamatan aktivitas siswa yang relevan
dengan pembelajaran, mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II terutama
dalam hal; siswa yang memperhatikan penjelasan guru dalam menyampaikan
pembelajaran meningkat dari 35,71% di siklus ke I ke siklus II sebesar 90,48%. Pada
saat guru menjelaskan materi pelajaran, tingkat perhatian siswa juga mengalami
peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua yaitu dari 29,76% menjadi 89,28%.
Kemudian anak yang awalnya tidak berani bertanya juga mulai berani bertanya
dengan kenaikan presentasi sebanyak 91,67%. Begitu juga dengan perkembangan
partisipasi anak pada saat bernyanyi yang diikuti gerakan semakin meningkat dari
27,38% menjadi 92,86% pada siklus yang kedua. siswa berubah meningkat menjadi
aktif dalam KBM yaitu meningkat dari 26,19% menjadi 91,67% pada siklus yang
kedua. Tingkat keikutsertaan siswa dalam bekerjasama pada saat kegiatan kerja
kelompok, meningkat dari 39,28% di siklus pertama naik 88,09% di siklus yang
kedua.
v
Siswa yang mengerjakan tugas mandiri dan tugas kelompok juga mengalami
peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua yaitu dari 33,33% menjadi 97,62%.
Presentase aktifitas siswa yang relevan dengan kegiatan pembelajaran dari siklus I ke
siklus II secara rata-rata mengalami peningkatan sebesar 60,37%. Sedangkan aktifitas
siswa yang tidak relevan dengan tindakan kelas selama KBM mengalami penurunan
dari siklus I ke siklus II, terutama ; siswa yang bercanda pada saat KBM menurun
dari 63,09% pada siklus pertama menjadi 7,14% di siklus kedua. Siswa yang suka
mengobrol dengan teman di kelas sepanjang KBM berlangsung juga mengalami
penurunan dari 73,81% menjadi 4,76%. Siswa yang suka jalan-jalan dikelas
sepanjang KBM juga berkurang dari 70,24% turun menjadi 3,57%. Siswa yang tidak
memperhatikan penjelasan guru selama KBM mengalami penurunan dari 63,09%
menjadi 5,95%. Siswa yang tidak mau ikut bekerjasama melakukan kegiatan
kelompok juga berkurang saat guru menggunakan metode ini yaitu dari 61,90% turun
menjadi 4,76%. Siswa yang tidak aktif pada saat kegiatan belajar mengajar juga
mengalami penurunan sebanyak 3,57%. Siswa yang tidak menyelesaikan tugas
mandiri dan tugas kelompok juga mengalami penurunan dari 62,28% menjadi 5,95%.
Presentase aktifitas siswa yang tidak relevan dengan tindakan kelas selama KBM dari
siklus I ke siklus II mengalami penurunan sebesar 59,86%. Dengan demikian,
presentase hasil belajar yang dicapai siswa mengalami peningkatan dengan perolehan
nilai rata-rata kelas dari hasil test evaluasi siklus I dan siklus II sebesar 24,52.
Kesimpulan dari hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa
pembelajaran dengan menggunakan metode Cooperative Learning tipe Team Games
Tournament sangat efektif dan berhasil dalam peningkatan hasil belajar bahasa
Mandarin. Untuk itu para guru dapat mencoba menerapkan metode Cooperative
Learning tipe Team Games Tournament dalam pembelajaran bahasa, seperti
pembelajaran bahasa Inggris, bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia.