Abstract :
Hidup di kota yang memiliki tingkat populasi dan polusi yang sangat tinggi akan
berdampak negatif bagi kesehatan manusia, khususnya pada sistem pernafasan. Gangguan
pada sistem pernafasan biasanya dapat terdeteksi melalui suara tarikan dan hembusan nafas
dari penderita. Beberapa contoh suara paru adalah vesicular/bronchial, ronchi/cracle dan
wheeze. Skripsi ini membahas tentang perancangan sistem identifikasi suara paru dengan
metode hybrid Hidden Markov Model (HMM) dan Genetic Algorithm (GA). Sistem ini
terbagi menjadi dua proses utama, yaitu pembentukan database dan pengenalan suara paruparu. Kedua proses ini dilakukan dengan cara yang hampir sama, yaitu tiap sampel akan
mengalami proses pelabelan, pembuatan codebook dan pembentukan parameter HMM.
Hanya saja, pengolahan sinyal suara pada proses pengenalan mengacu database yang telah
lebih dulu diproses. GA digunakan untuk memberi hasil pengenalan yang lebih baik.
Dimulai dengan pembentukan vektor-vektor data dengan teknik kuantisasi vektor (VQ),
yang kemudian dicari suatu nilai centroid yang presisi untuk dijadikan state HMM dalam
menentukan nilai-nilai parameter yang dibutuhkan. Berdasarkan parameter-parameter
inilah, dapat dihitung suatu nilai probabilitas (Log of Probability) untuk menunjukkan hasil
keluarannya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimum, digunakan metode GA pada
proses Baum-Welch sehingga hasil pengenalan suara paru ini bisa lebih optimal.
Dari hasil perancangan sistem ini, akan dibandingkan akurasi sistem terhadap variasi nilai
durasi sampel, jumlah sampel, dan ukuran codebook. Pada penelitian ini, ukuran codebook
yang optimal adalah 128, jumlah database yang optimal sebesar 10 (sepuluh) buah.
Sementara persentase akurasi sistem secara keseluruhan bervariasi antara 57,5 % hingga
90 %.
Kata kunci:
penyakit paru-paru, HMM, GA, centroid, MFCC, VQ, FFT, LoP, ukuran codebook, jumlah
sampel.