Abstract :
Ketahanan energi nasional merupakan elemen strategis yang memegang peranan penting dalam
pembangunan berkelanjutan suatu negara, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi
dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan energi nasional
Indonesia selama periode 2013-2022, dengan menggunakan pendekatan empat pilar ketahanan
energi yaitu ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), akseptabilitas
(acceptability), dan keterjangkauan (affordability). Data yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi tujuh indikator energi yang disusun berdasarkan Sustainable Energy Development
Index (SEDI), yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dari keberlanjutan
energi.
Penelitian ini mengadopsi metodologi kuantitatif dengan analisis data sekunder yang diperoleh
dari sumber-sumber terpercaya, seperti laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM). Analisis dilakukan dengan menggunakan metode normalisasi data dan
analisis korelasi untuk mengidentifikasi hubungan antara indikator-indikator energi dengan
empat pilar ketahanan energi nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan energi
mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan berkembangnya energi terbarukan,
namun masih ada tantangan dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Aksesibilitas
energi menunjukkan peningkatan, terutama melalui program elektrifikasi dan pengembangan
infrastruktur transportasi, meskipun wilayah terpencil masih menghadapi tantangan dalam
mengakses energi. Di sisi lain, akseptabilitas energi mengalami peningkatan seiring dengan
meningkatnya penggunaan energi terbarukan dan kebijakan lingkungan yang lebih ketat.
Namun, masih diperlukan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat mengenai pentingnya
transisi energi bersih. Keterjangkauan energi terus membaik berkat kebijakan subsidi dan
insentif yang diterapkan oleh pemerintah, meskipun biaya investasi awal untuk energi
terbarukan perlu dikelola dengan baik agar transisi energi tetap terjangkau bagi masyarakat.
Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan ketahanan energi
nasional, termasuk pengembangan infrastruktur energi terbarukan, peningkatan aksesibilitas
energi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), kampanye edukasi tentang energi bersih,
dan pengembangan teknologi hemat energi. Dengan implementasi kebijakan yang tepat,
diharapkan Indonesia dapat mencapai ketahanan energi yang berkelanjutan dan memenuhi
komitmen transisi menuju Net Zero Emission di masa depan.
Kata Kunci: ketahanan energi, energi terbarukan, empat pilar ketahanan energi, Sustainable
Energy Development Index (SEDI), Indonesia. / National energy resilience is a strategic element that plays a crucial role in the sustainable
development of a country, particularly in facing globalization challenges and climate change.
This research aims to analyze Indonesia's national energy resilience from 2013 to 2022, using
the four pillars of energy resilience: availability, accessibility, acceptability, and affordability.
The data used in this study include seven energy indicators based on the Sustainable Energy
Development Index (SEDI), which cover economic, environmental, and social aspects of
energy sustainability.
This study adopts a quantitative methodology using secondary data analysis obtained from
reliable sources such as reports from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM).
The analysis was conducted using data normalization and correlation analysis methods to
identify the relationship between energy indicators and the four pillars of national energy
resilience. The analysis results show that energy availability has significantly increased along
with the development of renewable energy, although challenges remain in reducing dependence
on fossil fuels. Energy accessibility has improved, particularly through electrification programs
and the development of transportation infrastructure, although remote areas still face challenges
in accessing energy. On the other hand, energy acceptability has increased with the growing
use of renewable energy and stricter environmental policies. However, further education for
the public regarding the importance of clean energy transition is still needed. Energy
affordability continues to improve due to subsidy and incentive policies implemented by the
government, although the initial investment cost for renewable energy must be managed well
to ensure an affordable energy transition for the public.
This study provides policy recommendations to enhance national energy resilience, including
the development of renewable energy infrastructure, improving energy accessibility in the 3T
regions (underdeveloped, frontier, and outermost areas), clean energy awareness campaigns,
and the development of energy-efficient technologies. With the appropriate policy
implementation, Indonesia is expected to achieve sustainable energy