Abstract :
Meningkatnya permintaan akan energi listrik mendorong masyarakat untuk
beralih ke sumber energi alternatif seperti tenaga surya. Namun, sebagian besar panel
surya yang saat ini terpasang bersifat statis, yang memengaruhi kemampuan mereka
untuk menyerap sinar matahari secara optimal. Sebagai contoh, panel surya yang
diposisikan datar hanya akan menyerap energi optimal pada tengah hari ketika matahari
berada di sudut 20° tegak lurus. Untuk mengatasi masalah ini, dirancang sistem pelacak
panel surya yang memungkinkan panel mengikuti pergerakan matahari guna
memaksimalkan penyerapan cahaya. Penelitian ini mengembangkan sistem pelacak
panel surya menggunakan panel surya berdaya 18 watt, mikrokontroler berbasis
Arduino, motor servo sebagai penggerak panel, dan Light Dependent Resistor (LDR)
sebagai sensor. Sistem ini mengatur posisi panel sesuai dengan intensitas cahaya yang
terdeteksi oleh empat sensor LDR yang tersusun secara paralel.
Penelitian ini membandingkan data antara panel surya dengan dan tanpa pelacak
pada sudut 20°, menganalisis dampaknya terhadap efisiensi pengisian baterai, intensitas
cahaya, dan panas permukaan pada kinerja sel surya. Sistem berbasis IoT digunakan
untuk memantau tegangan baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelacak
secara signifikan meningkatkan penyerapan energi, terutama pada kondisi cahaya
rendah di pagi dan sore hari, sehingga meningkatkan efisiensi keseluruhan. Sudut
kemiringan panel surya optimal untuk penyerapan energi sepanjang tahun di Jakarta
ditemukan antara 15°-20°. Pelacak juga mempercepat pengisian baterai, dengan sistem
mencapai tegangan penuh lebih cepat dibandingkan panel statis. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa sistem pelacak panel surya memberikan manfaat yang besar
dalam meningkatkan pengumpulan energi surya dan efisiensi pengisian baterai,
terutama di wilayah tropis.
Kata Kunci:
Solar panel tracking, energi matahari, Arduino, Light Dependent Resistor (LDR),
efisiensi pengisian baterai, intensitas cahaya, IoT, sudut kemiringan panel surya, sistem
tracking, konversi energi. / The increasing demand for electrical energy has led society to shift towards
alternative energy sources such as solar power. However, most solar panels currently
installed are static, which affects their ability to optimally absorb sunlight. For instance,
a solar panel positioned flat will only absorb optimal energy at noon when the sun is
directly overhead at a 20° angle. To address this issue, a solar panel tracking system is
designed to maximize sunlight absorption by allowing the panel to follow the sun's
movement. This research develops a solar panel tracking system using an 18-watt solar
panel, Arduino-based microcontroller, servo motor as the panel mover, and Light
Dependent Resistors (LDRs) as sensors. The system adjusts the panel's position
according to the light intensity detected by four LDR sensors arranged in parallel.
The study compares data between solar panels with and without tracking at a
20° angle, analyzing the impact on battery charging efficiency, light intensity, and
surface heat on solar cell performance. An IoT-based system is used to monitor the
battery voltage. The results show that tracking systems significantly improve energy
absorption, especially during low-light conditions in the morning and evening, thus
increasing overall efficiency. The optimal solar panel tilt angle for year-round energy
absorption in Jakarta is found to be 15°-20°. Tracking also improves battery charging
speed, with the system achieving full voltage more quickly compared to a stationary
panel. The study concludes that solar panel tracking systems provide substantial
benefits in enhancing solar energy collection and battery charging efficiency,
particularly in tropical regions.
Keywords:
Solar panel tracking, solar energy, Arduino, Light Dependent Resistor (LDR), battery
charging efficiency, light intensity, IoT, solar panel tilt angle, tracking system, energy
conversion