Abstract :
Pusat perbelanjaan & manusia merupakan dua hal yang saling mempengaruhi.
Manusia sebagai objek utama dalam sebuah pusat perbelanjaan merupakan objek
yang tidak dapat dibatasi dan tidak terukur terutama dari segi psikologisnya. Jika
dulu pusat perbelanjaan mengusung konsep one stop shopping dengan teori
Customer Centric yang merupakan strategi yang menempatkan pelanggan pada
posisi utama dan menjadi inti dari seluruh aktivitas organisasi, pusat perbelanjaan
mulai merubah teori yang dipakai menjadi Costumer Centric Experience yakni
pengalaman pelanggan saat berinterkasi dengan pusat perbelanjaan. Psikofisik
merupakan basic issues yang berfokus pada rangsangan lingkungan terhadap
sensorik manusia yang erat kaitannya dengan Costumer Centric Experience seperti
yang sudah dijelaskan di atas, sehingga kajian Psikofisik akan diangkat sebagai
dasar penelitian ini. Tujuan penelitian dari penelitian ini adalah untuk membuktikan
pernanan aspek Psikofisik dalam pengaruhnya terhadap jumlah pengunjung pada
suatu Mall dan bagiamana penerapannya. Metode penelitian yang dipakai adalah
kualitatif, sehingga dari data-data penelitian, pengkajian dilanjutkan dengan
triangulasi & reduksi data. Penelitan meliputi hal-hal yang berhubungan dengan
aspek-aspek psikofisik yang dirasakan pada dua Mall di Jakarta Utara yakni
Summarecon Mall Kelapa Gading & Mall Artha Gading yang merupakan mall
dengan kelas yang sama namun dalam data tercatat memiliki jumlah penngunjung
yang timpang. Hasil dari penelitian ini dikemudian hari dapan dipakai oleh Mall
Artha Gading maupun Mall-Mall lainnya untuk mengkaji lagi apa yang harusnya
disajikan lewat bangunan demi menciptakan rasa nyaman yang diharapkan dapat
menaikkan jumlah pengunjung, yang mana naikknya jumlah pengunjung punya
pengaruh yang baik untuk sebuah Mall dari berbagai aspeknya dari perpektif pemili,
pengguna, hingga pihak-pihak lain yang turut merasakan provit dari kesuksesan
Mall itu sendiri. / Shopping centers & humans are two things that influence each other. Humans as
the main object in a shopping center are objects that cannot be limited and cannot
be measured, especially in terms of psychology. If in the past shopping centers
carried the concept of one stop shopping with the Customer Centric theory which
is a strategy that places customers in the main position and becomes the core of all
organizational activities, shopping centers began to change the theory used to
Costumer Centric Experience, namely the customer experience when interacting
with the shopping center. Psychophysics are basic issues that focus on
environmental stimuli to human sensors that are closely related to the Costumer
Centric Experience as explained above, so that the study of Psychophysics will be
raised as the basis for this research. The purpose of this research is to prove the
role of Psychophysical aspects in their influence on the number of visitors to a Mall
and how to apply them. The research method used is qualitative, so that from the
research data, the study is continued with triangulation & data reduction. The
research covers matters related to psychophysical aspects felt in two Malls in North
Jakarta, namely Summarecon Mall Kelapa Gading & Mall Artha Gading which are
malls with the same class but in the recorded data have an unequal number of
visitors. The results of this study can later be used by Mall Artha Gading and other
Malls to review what should be presented through the building in order to create a
sense of comfort that is expected to increase the number of visitors, where the
increase in the number of visitors has a good influence on a Mall from various
aspects from the perspective of the owner, user, to other parties who also feel the
profit from the success of the Mall itself.