Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Sirait, Idul Fitri Kuengsi
Subject
Labor laws and legislation
Datestamp
2025-02-11 10:26:54
Abstract :
ABSTRAK
Judul : Perlindungan Hukum Terhadap Hak Pekerja Status Peserta Magang.
Program pemagangan dalam negeri merupakan program yang dipersiapkan
pemerintah yang di desain untuk mempersiapkan atau meningkatkan skill atau keahlihan
bagi calon tenaga kerja berbasis pelatihan kerja, yang dalam hal ini memiliki hak-hak
yang harus dilindungi bagi perusahaan yang menggunakan tenaga pemagangan yang
diatur dalam Pasal 13 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2020, yang pada
pokoknya Peserta Magang mempunyai hak mulai dari mendapatkan bimbingan
instruktur, memperoleh fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja, memperoleh uang
saku, mendapatkan program jaminan sosial serta mendapatkan sertifikat. Fenomena
penggunaan tenaga kerja dengan status magang terjadi di perusahan yang berada di
Kabupaten Bekasi, pemagangan menjadi alternatif untuk mendapatkan cost upah yang
rendah (upah murah), menghindari perselisihan hubungan industrial serta adanya
kemudahan untuk menghentikan peserta magang jika tidak dibutuhkan sewaktu-waktu
tanpa memberikan kompensasi apapun. Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bekasi No.
4 Tahun 2016 Tentang Ketenagakerjaan telah mengatur norma-norma hukum yang harus
ditaati perusahaan dalam menggunakan pemagangan, namun tampaknya Peraturan
Daerah Kabupaten Bekasi ini masih memiliki banyak kelemahan sehingga perusahaan
maupun lembaga pelatihan kerja masih melakukan pelanggaran terhadap hak-hak peserta
magang.
Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penyusunan tesis ini ialah penelitian
yuridis normatif (metode penelitian hukum normatif). Penelitian ini mengkaji dan
menganalisis bahan-bahan pustaka berupa peraturan perundang-undangan dan literatur
literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menyimpulkan regulasi mengenai pemagangan harus memberikan
perlindungan hukum terhadap hak-hak peserta magang yang tidak membuat kebingungan
atau ada dualisme peraturan, serta membuat regulasi terhadap pengawasan Peserta
Magang dan memberikan wadah pelaporan yang penegakannya tidak terlalu panjang.
Pengusaha harus bertanggung jawab memberikan rasa keadilan kepada peserta magang
tidak boleh memperlakukan sama jenis pekerjaan peserta magang dengan karyawan pada
umumnya namun lebih banyak memberikan pelatihan berbasis kerja, maka harus ada
regulasi yang memberikan sanksi kepada pengusaha berupa pengangkatan karyawan
tetap kepada peserta magang yang dipersamakan pekerjaannya dengan pekerja pada
umumnya serta pembekuan sementara tidak bisa menerima Peserta Magang bagi
perusahaan yang melanggar, sehingga ini dapat memberikan efek jera kepada
perusahaan.
Kata kunci : Perlindungan Hukum, Hak-hak Peserta Magang, Program Pemagangan./Title :
Legal Protection of the Rights of Apprentice Position Workers.
The domestic apprenticeship program is a program prepared by the government
which is designed to prepare or improve skills or expertise for prospective workers based
on job training, which in this case has rights that must be protected for companies that
use apprentices regulated in Article 13 of the Minister of Manpower Regulation No. 6 of
2020, which basically Apprentices have rights ranging from getting instructor guidance,
obtaining occupational safety and health facilities, getting pocket money, getting social
security programs and getting certificates. The phenomenon of using apprentices occurs
in companies in Bekasi Regency, apprenticeship is an alternative to getting low wage
costs (low wages), avoiding industrial relations disputes and the ease of stopping
apprentices if they are not needed at any time without providing any compensation.
Bekasi District Regional Regulation (Perda) No. 4 of 2016 concerning Manpower has
regulated the legal norms that companies must comply with in using apprenticeships.
However, it seems that this Bekasi District Regional Regulation still has many
weaknesses so that companies and vocational training institutions still violate the rights
of apprentices.
The type of research used in the preparation of this thesis is yuridis normatif
research (normative legal research method). This research examines and analyzes
library materials in the form of legislation and literature related to the issues to be
discussed.
The results of the research conclude that regulations regarding apprenticeship
must provide legal protection for the rights of apprentices that do not create confusion
or dualism of regulations, as well as make regulations for the supervision of apprentices
and provide a reporting platform whose enforcement is not too long. Employers must be
responsible for providing a sense of justice to apprentices who should not treat the same
type of work as apprentices with employees in general but provide more work-based
training, then there must be regulations that impose sanctions on employers in the form