Abstract :
Bekasi merupakan kota satelit yang berkembang sebagai penyangga Kota
Jakarta, sebagian besar penduduk mencari kehidupan di kota Jakarta, pertumbuhan
jumlah penduduk di Bekasi pertahun bertambah 2,45%, pertambahan ini cenderung
melambat setiap tahun, jumlah penduduk 2.543.676, 00 jiwa dengan luas area 210,5
Km2, Sebagai kota satelit penyangga kota Jakarta terus berkembang membutuhkan
tempat tinggal sebagai kebutuhan primer, dengan luas lahan yang tetap.
Menjadi pilihan: Apartemen Sederhana, Menengah dan Mewah, hunian
vertikal lebih efektif karena jumlah unit hunian yang dapat ditempati lebih banyak
dengan lahan lebih kecil memberi RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) lebih luas
termasuk kolam penampungan air pengendalian banjir sebagai bagian RTNH.
Penataan Ruang Terbuka Eksisting direncanakan sebagai jaringan saluran
pengendalian banjir melalui gorong-gorong, sumur resapan dan peninggian tanggul
kali yang melalui: Perumahan Pondok Pekayon Indah, Perumahan Galacy City dan
Vila Jaka Setia, keterkaitan satu sama lain membutuhkan perencanaan terpadu antar
Kawasan perumahan, metode penelitian yang digunakan dapat membantu mencari
solusi penyelesaian permasalahan
Apartemen Grand Kamala Lagoon seluas ± 29 Ha sebelumnya: rawa-rawa
berlumpur sampai kedalaman 12 meter dan menjadi tempat pembuangan sampah,
beralih fungsi sebagai kawasan hunian dengan perencanaan drainage Floating
City Concept, perencanaan derainase kawasan Apartemen GKL belum
direncanakan secara terintegrasi dengan Perumahan Cikas seluas 14,76 Ha dan
Perumahan Pulo Permata Sari (PPS) seluas 12,08 Ha, yang sebelumnya adalah
persawahan.
Peralihan fungsi lahan menjadi kawasan Apartemen dan Perumahan
berpengaruh terhadap resapan air sehingga dapat berakibat banjir akibat intensitas
hujan yang tinggi, karena itu perlu pengendalian banjir secara terpadu termasuk
pembenahan drainase kota dan derainase permukiman serta penataan kawasan
terintegrasi.
Kata kunci: Ruang Terbuka, Sistem Drainase, Kolam Penampung Air, Pompa
dan Drainase kota serta pentaan Kawasan Terintegrasi. / Bekasi is a satellite city that is developing as a buffer for the city of Jakarta, most of the
population seeks a life in the city of Jakarta, the growth of the population in Bekasi per year
increases by 2.45%, this increase tends to slow down every year, the population is 2,543,676.00
people with an area of 210.5 km2, As a satellite buffer city, the city of Jakarta continues to
grow, requiring a place to live as a primary need, with a fixed land area. Being the choice:
Simple, Middle and Luxury Apartments, vertical housing is more effective because the number
of residential units that can be occupied is greater with a smaller land area providing a wider
GREEN OPEN SPACE (RTH) including a flood control water reservoir as part of the RTNH.
Existing Open Space Arrangement is planned as a network of flood control channels
through culverts, infiltration wells and raising the embankment of the river through: Pondok
Pekayon Indah Housing, Galacy City Housing and Jaka Setia Villa, the interconnectedness
requires integrated planning between Housing areas, the research method used can help find
solutions to the problems of Grand Kamala Lagoon Apartment covering an area of ± 29 Ha
previously: muddy swamps up to a depth of 12 meters and became a garbage dump, changing
function as a housing area with Floating drainage planning City Concept, drainage planning
for the GKL Apartment area has not been planned in an integrated manner with Cikas Housing
covering an area of 14.76 Ha and Pulo Permata Sari (PPS) Housing covering an area of 12.08
Ha, which was previously rice fields. The conversion of land functions into Apartment and
Housing areas has an impact on air absorption which can result in flooding due to high rainfall
intensity, therefore integrated flood control is needed including improving city drainage and
organizational drainage and integrated area planning.
Keywords: Open Space, Drainage System, Water Reservoir, Pumps and City Drainage and
Integrated Area Planning.