Abstract :
Pertumbuhan pesat industri keuangan dan kompleksitas operasional
perbankan yang semakin meningkat, bersamaan dengan peningkatan ketersediaan
kredit, membawa dampak pada meningkatnya risiko dalam sektor keuangan. Peran
perbankan dalam menghimpun dana melalui berbagai jalur seperti tabungan,
deposito, giro, dan kredit memberikan peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi
dalam pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
penerapan manajemen risiko kredit di PT. Bank NTT Cab. Nagekeo dalam
pembiayaan kredit konstruksi guna meminimalkan risiko kredit bermasalah.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, penelitian
ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari PT. Bank NTT Cab. Nagekeo, dan
hasilnya dianalisis baik secara deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ialah pihak
internal bank yang bertugas di Bank NTT Cab. Nagekeo. Sedangkan teknik
pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa PT. Bank NTT Cab. Nagekeo telah menerapkan
manajemen risiko kredit secara efektif dalam upaya meminimalisir risiko kredit
macet. Langkah-langkah seperti identifikasi risiko, analisis penyebab kredit
bermasalah, dan evaluasi penerapan manajemen risiko berkontribusi positif
terhadap stabilitas keuangan perusahaan. Namun, meskipun PT. Bank NTT Cab.
Nagekeo telah melaksanakan manajemen risiko kredit dengan baik, masih terdapat
beberapa kekurangan seperti analisis kredit yang kurang hati-hati dan monitoring
debitur yang belum sesuai peraturan. Namun, penerapan manajemen risiko sesuai
dengan ketentuan Bank Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari nilai NPL pada tahun
2018 ? 2022 dimana nilai rata-rata nya mengalami penurunan sebesar 3.30% hingga
3.36% dengan nilai NPL tertinggi pada tahun 2019 mencapai 4.51% namun hal ini
masih dibawah ketentuan dari Bank Indonesia. Sedangkan dalam penilaian KTD
disini skor yang paling berdampak signifikan ialah KTD 2 dan KTD 5 dengan
masing-masing skor sebesar 4 yang masuk pada kategori high, dengan mengacu
pada pedoman penilaian risiko dari OJK.
Kata Kunci : Manajemen Risiko Kredit, Kredit Konstruksi, Analisis 5C, Evaluasi
Penerapan Manajemen Risiko. / The rapid growth of the financial industry and the increasing complexity of
banking operations, along with the rise in credit availability, have led to heightened
risks in the financial sector. The role of banks in gathering funds through various
channels such as savings, deposits, demand deposits, and credit offers opportunities
for the public to participate in economic development. This research aims to
analyze the implementation of credit risk management at PT. Bank NTT Cab.
Nagekeo Branch in financing construction credit to minimize the risk of problematic
credit.
The research method used is a qualitative approach. This research was
conducted by collecting data from PT. Bank NTT Cab. Nagekeo Branch, and the
results were analyzed descriptively. The subjects of this research are the internal
parties of the bank working at PT. Bank NTT Cab. Nagekeo Branch. Data collection
techniques include observation, interviews, and documentation. The results of the
study show that PT. Bank NTT Cab. Nagekeo Branch has effectively implemented
credit risk management in efforts to minimize the risk of non-performing loans.
Steps such as risk identification, analysis of the causes of problematic credit, and
evaluation of risk management implementation positively contribute to the financial
stability of the company. However, despite PT. Bank NTT Cab. Nagekeo Branch
having implemented credit risk management well, there are still some shortcomings,
such as less careful credit analysis and debtor monitoring not fully in accordance
with regulations. Nonetheless, the implementation of risk management aligns with
Bank Indonesia's regulations. This is evidenced by the NPL values from 2018 to
2022, where the average value decreased from 3.30% to 3.36%, with the highest
NPL value in 2019 reaching 4.51%, which is still below the threshold set by Bank
Indonesia. In the assessment of KTD (Key Risk Indicators), the most significantly
impacted scores are KTD 2 and KTD 5, each scoring 4, which falls into the high
category, referring to the risk assessment guidelines from OJK (Financial Services
Authority).
Keywords: Credit Risk Management, Construction Credit, 5C Analysis, Evaluation
of Risk Management Implementation.