Abstract :
Industri angkutan udara nasional mengalami keterpurukan pada masa pandemi sejak tahun
2020 sampai dengan akhir tahun 2022 ditandai dengan penurunan jumlah penumpang
angkutan udara nasional dari lebih dari 100 (seratus) juta pada tahun 2018 dan pada tahun
2021 hanya berkisar lebih dari 30 (tiga puluh) juta penumpang. Namun pada tahun 2023
industri angkutan udara mulai mengalami pemulihan dimana jumlah penumpang sudah lebih
dari 60 (enampuluh) juta penumpang dan diperkirakan pada tahun 2024 akan mencapai lebih
dari 70 (tujuh puluh) juta penumpang. Manajemen PT. IQ memperhatikan pemulihan industri
angkutan udara nasional tersebut memutuskan untuk meningkatkan kapasitas penerbangan
atau jumlah kursi yang disediakan dan ditawarkan dengan cara meningkatkan jam terbang
atau utilisasi pesawat sebanyak 1 (satu) jam dari tahun 2023 ke tahun 2024. Peningkatan
kapasitas penerbangan ini dengan strategi peningkatan utilisasi bertujuan untuk;
meningkatkan pendapatan (pangsa pasar), peningkatan produktifitas dan menaikkan
keuntungan atau laba bersih dibandingkan tahun 2023. Peningkatan kapasitas penerbangan ini
akan menyebabkan penambahan rute baru dan frekuensi penerbangan. Sesuai dengan
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 35 tahun 2021 tentang tentang penerbangan mengatur
bahwa jika perusahaan penerbangan atau angkutan udara niaga berjadual akan meningkatkan
kapasitas berupa penambahan rute baru dan frekuensi penerbangan diwajibkan
menyampaikan rencana usaha (bisiness plan). Rencana usaha tersebut berisikan kajian pasar,
operasional, sumber daya manusia, ekonomi dan keuangan. Sehingga rencana usaha ini akan
menunjukkan kajian kelayakan semua aspek tersebut, penelitian ini hanya menganalisis
terkait dengan kelayakan ekonomi dan keuangan. Rencana usaha yang disampaikan telah
dinyatakan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam lampiran 1 (satu) Peraturan
Menteri Nomor 35 tahun 2021 tesebut khususnya terkait kelayakan ekonomi dan keuangan
serta telah menunjukkan prediksi peningkatan pangsa pasar, produktifitas dan menaikkan
keuntungan perusahaan pada tahun 2024. PT. IQ dalam menyusun rencana usaha yang
diajukan sebagaimana umumnya kajian atau studi kelayakan akan suatu projek atau rencana
investasi harus menggunakan asumsi. Asumsi yang dianggap akan sangat mempengaruhi
pencapaian tujuan perusahaan adalah nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dollar Amerika Serikat
(USD), harga bahan bakar avtur, ketepatan waktu penerbangan serta keandalan pesawat.
Apabila realisasinya jauh meleset dari nilai dan target yang ditetapkan dalam asumsi maka
akan menimbulkan risiko. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa peningkatan kapasitas
penerbangan yang direncanakan oleh PT. IQ mengandung risiko karena nilai dan target asumsi
yang digunakan pada rencana usaha yang telah ditetapkan sangat besar kemungkinan tidak
akan sama dengan realisasinya. Sehingga perlu dilakukan proses manajemen atau pengelolaan
risiko. Identifikasi risiko dilakukan dengan menggunakan diagram tulang ikan (fishbone
diagram), perhitungan nilai risiko yakni kemungkinan kali dampak dimana untuk menentukan
kemungkinan kejadian menggunakan stastisk dengan standar deviasi sedangkan dampak
ditentukan dengan melakukan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan diskusi dengan
pelaku dan pemerhati industry penerbangan nasional. Nilai risiko dipetakan dengan
menggunakan peta panas (heat map), dan untuk strategi penanganan risiko dilakukan dengan
SWOT analisis. PT. IQ pada dasarnya sudah melaksanakan manajemen risiko dilingkungan
perusahaan terkait aspek operasional dan aspek keuangan perusahaan.
Kata kunci: Kapasitas, Pangsa Pasar, Produktifitas, Keuntungan Dan Asumsi. / The national air transport industry experienced a downturn during the pandemic period from
2020 until the end of 2022, marked by a decline in the number of national air passengers from
over 100 million in 2018 to just over 30 million in 2021. However, in 2023, the air transport
industry began to recover, with passenger numbers exceeding 60 million, and it is expected to
reach over 70 million passengers in 2024. Management of PT. IQ observed this recovery and
decided to increase flight capacity, or the number of seats offered, by increasing flight hours
or aircraft utilization by 1 hour from 2023 to 2024. This increase in flight capacity, through
increased utilization, aims to increase revenue (market share), improve productivity, and
increase net profit compared to 2023. The increase in flight capacity will lead to the addition
of routes and flight frequencies. According to Minister of Transportation Regulation No. 35
of 2021 on aviation, scheduled commercial aviation companies must submit a business plan
if they plan to increase capacity by adding new routes and flight frequencies. This business
plan includes market studies, operations, human resources, economics, and finances.
Therefore, this business plan will demonstrate the feasibility study of all these