Abstract :
Penelitian ini mengeksplorasi academic burnout pada mahasiswa Kristen dari
berbagai tahap pendidikan mereka, mulai dari keluarga, gereja lokal, sekolah
hingga perguruan tinggi, dengan fokus pada dampak model dan strategi
pembelajaran Agama Kristen terhadap kecenderungan terjadinya academic
burnout. Menggunakan pendekatan kualitatif dan kerangka pemikiran
Fenomenologi serta Konstruktivisme, penelitian ini bertujuan memahami
pengalaman subjektif mahasiswa dalam mempraktikkan Agama Kristen. Melalui
pengamatan, angket, dan wawancara mendalam dengan mahasiswa di Fakultas
Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan, faktor penyebab academic burnout
seperti kurangnya interaktivitas dalam pembelajaran, tekanan akademik yang
tinggi, dan kurangnya integrasi spiritual dengan kurikulum pendidikan Agama
Kristen diidentifikasi.
Peneliti menyoroti perlunya desain pembelajaran yang holistik dan relevan
dengan konteks zaman untuk mencegah academic burnout pada mahasiswa
Kristen. Rekomendasi meliputi pengembangan model dan strategi pembelajaran
integratif, yang interaktif, dan mendalam guna meningkatkan keterlibatan
mahasiswa serta mengurangi kebosanan dalam pembelajaran Agama Kristen.
Integrasi yang lebih baik antara aspek spiritualitas dan pengalaman belajar
akademik diharapkan mendukung kesejahteraan mental dan spiritual mahasiswa
secara keseluruhan.
Peneliti mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi academic
burnout pada mahasiswa Kristen dalam konteks pembelajaran Agama Kristen.
Kurangnya interaktivitas dalam kelas, tingkat kebosanan, dan ketidakpuasan
terhadap metode pembelajaran menjadi faktor penting. Evaluasi dan penyesuaian
model pembelajaran dianggap krusial untuk meningkatkan motivasi dan
keterlibatan mahasiswa. Dukungan dari dosen serta lingkungan sosial dan
emosional di kampus juga penting dalam mengatasi academic burnout.
Rekomendasi peneliti meliputi yaitu: peningkatan interaktivitas dalam
pembelajaran, penyesuaian kurikulum, dan penguatan dukungan sosial serta
spiritual bagi mahasiswa Kristen. Solusi untuk mengurangi risiko academic
burnout melibatkan penerapan pendekatan Christ-Centered Constructivism (CCC)
dan Integrasi Pembelajaran Agama Kristen (IPAK). Diperlukan kerja sama antara
lembaga pendidikan, dosen, dan mahasiswa untuk menciptakan lingkungan
pembelajaran yang mendukung pertumbuhan akademik dan spiritual yang
seimbang, dengan fokus pada evaluasi dan penyesuaian model pembelajaran.
Kata Kunci: Academic Burnout, Mahasiswa Kristen, Pembelajaran Agama
Kristen, Christ-Centered Constructivism, Integrasi Pembelajaran. This research explores academic burnout in Christian students from various
stages of their education, ranging from family, local church, school to university,
focusing on the impact of Christianity learning models and strategies on the
tendency of academic burnout. Using a qualitative approach and the framework of
Phenomenology and Constructivism, this research aims to understand the
subjective experience of students in practicing Christianity. Through observations,
questionnaires, and in-depth interviews with students at the Faculty of Education of
Universitas Pelita Harapan, factors causing academic burnout such as lack of
interactivity in learning, high academic pressure, and lack of spiritual integration
with the Christian Religious Education curriculum were identified.
This research highlights the need for a holistic and context-relevant learning
design to prevent academic burnout in Christian students. Recommendations
include the development of integrative, interactive, and immersive learning models
and strategies to increase student engagement and reduce boredom in Christian
Religious learning. Better integration between aspects of spirituality and academic
learning experiences is expected to support students' overall mental and spiritual
well-being.
Researcher identified the main factors that influence academic burnout in
Christian university students in the context of learning Christianity. Lack of
interactivity in the classroom, level of boredom, and dissatisfaction with learning
methods are important factors. Evaluation and adjustment of learning models were
considered crucial to increase student motivation and engagement. Support from
lecturers and the social and emotional environment on campus are also important
in overcoming academic burnout.
Researcher recommendations include increasing interactivity in learning,
adjusting the curriculum, and strengthening social and spiritual support for
Christian students. Solutions to reduce the risk of academic burnout involve the
application of the Christ-Centered Constructivism (CCC) approach and the
Integration of Christian Religious Learning (IPAK). Collaboration between
educational institutions, lecturers, and students is needed to create a learning
environment that supports balanced academic and spiritual growth, with a focus on
evaluating and adjusting l