Abstract :
This is a report on developing students? vocabulary through watching English
cartoon films. The objectives of this research were to develop students? vocabulary and
students? responses about learning vocabulary through watching English cartoon film
at SMP BHAKTI. This research used classroom action research (CAR) method in
which the subjects were the 23 eighth grader students of SMP BHAKTI and the
subjects consisted fifteen males and eight females. To collect the data the researcher
used test and non-test techniques. The tests used were pre-test and post-test, meanwhile
the non-test instruments used were questionnaire, observation sheet and diary notes.
Based the test results, the mean score of pre-test, post-test in cycle 1 and cycle 2 were
60.73 and 80.86 and 90 respectively. The gain of pre-test to post-test cycle 1 was
33.14% and the gain of post-test cycle 1 to post-test cycle 2 was 11.30% while the gain
of pre-test to post-test cycle 2 was 48.69%. Therefore, it can be concluded that
watching English cartoon films could develop the eighth graders? vocabulary of SMP
BHAKTI. Besides, from the questionnaire, observation sheet and diary notes result
analyzed, students agreed that English cartoon films was a good strategy to develop
their vocabulary. The conclusion is watching English cartoon film can develop
students? vocabulary.
Keywords: English cartoon films, vocabulary, action research
Ini adalah hasil dari peningkatan kosakata siswa melalui menonton film kartun
bahasa inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kosakata siswa
dan respon mereka terhadap belajar kosakata bahasa inggris melalui menonton film
kartun bahasa inggris di SMP BHAKTI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mana partisipannya adalah 23 siswa kelas
delapan di SMP BHAKTI dan siswa-siswa tersebut terdiri dari limabelas pria dan
delapan wanita. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik tes dan nontes. Tes yang digunakan meliputi pre-test dan post-test. Sedangkan instrumen non-tes
yang digunakan adalah kuisioner, lembar observasi dan catatan harian peneliti.
Berdasarkan hasil analisa, nilai rata-rata dari pre-test, post-test di siklus 1 dan siklus 2
secara berturut-turut adalah 60.73 dan 80.86 dan 90. Pencapaian dari pre-test ke posttest siklus 1 adalah 33.14% dan pencapaian dari post-test siklus 1 ke post-post siklus 2
adalah 11.30% sedangkan pencapaian dari pre-test ke post-test siklus 2 adalah 48.69%.
Maka dari itu bisa disimpulkan bahwa menonton film kartun bahasa inggris bisa
meningkatkan kosakata siswa kelas delapan di SMP BHAKTI. Disamping itu, hasil
analisis dari kuisioner, lembar observasi dan catatan harian peneliti, siswa setuju bahwa
film kartun bahasa inggris adalah strategi yang baik untuk meningkatkan kosakata
mereka. Hal ini juga dapat disimpulkan bahwa menonton film kartun bahasa inggris
dapat meningkatkan kosakata siswa.
Kata kunci: Film kartun bahasa inggris, kosakata, penelitian tindakan kelas