Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Siringoringo, Claudia Rosaulina
Subject
LANGUAGE AND LITERATURE
Datestamp
2021-01-14 06:01:48
Abstract :
Kegiatan berkomunikasi dapat terlihat dalam wujud kegiatan bertutur yang
selalu hadir dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku bertutur dalam kehidupan
mempunyai maksud dan tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, perilaku bertutur
membutuhkan bahasa. Dilihat dari sudut penutur, maka bahasa itu berfungsi personal
atau pribadi. Maksudnya, penutur menyatakan sikap terhadap apa yang dituturkannya.
Penutur bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa, tetapi juga memperlihatkan
emosi itu sewaktu menyampaikan tuturan.
Pada lain hal, kegiatan bertutur ini juga bisa terlihat pada dunia politik
khususnya acara kampanye, pemilihan pemimpin suatu organisasi, dan banyak lagi.
Dalam kesempatan ini, contoh di Indonesia, terdapat aksi politik tahunan untuk
pemilihan pemimpin, khususnya terakhir ini ada pemilihan pemimpin DKI Jakarta, dan
tentunya dalam melancarkan aksi debat tersebut para calon kandidat tidak terlepas dari
penggunaan bahasa untuk memikat rakyat setempat. Dalam menyelidiki peran bahasa
pada komunikasi kali ini, yaitu dengan cara memeriksa pidato debat politik Basuki
Tjahja Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat dengan kandidat
pesaingnya Anis Rashid Baswedan dan wakilnya Sandiaga Salahuddin Uno di putaran
kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2017- 2022.
Dua puluh data yang diambil untuk dianalisis dan hasil yang menunjukkan
bahwa persentase pada kalimat yang dipilih antara lain Representatif 45%, Komisif
25%, Deklaratif 15%, dan 15% ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anis
dan Sandiaga lebih mengandalkan tindakan Komisif, Ekspresif, dan Declarative
dibandingkan dengan tindak tutur yang lainnya karena mereka berpihak pada
penyelarasan orang-orang yang tertindas dan hal ini akan mampu menarik perhatian
publik. Sedangkan pada data yang dianalisis, Ahok dan Djarot lebih banyak
menggunakan tindak Representative dan hanya sekali menggunakan Declarative
dibandingkan dengan tindak tutur lainnya karena Ahok dan Djarot sering memunculkan
fakta-fakta dari hasil kinerja mereka selama periode kepemimpinan mereka yang lalu.
Oleh karena itu, data digolongkan kedalam bentuk tindak Commisive, Expressive,Representative dan Declarative yang digunakan sebagai strategi dalam acara kampanye
politik, dimana penting bagi kandidat untuk membujuk, mempengaruhi dan meyakinkan
pendengar dalam memenangkan sebuah Pemilu.
Dalam hal ini, para politisi berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat
umum untuk meyakinkan publik tentang program atau ide mereka. Biasanya, pembicara
akan mempromosikan tentang diri mereka dan berbicara tentang potensi mereka untuk
menjadi pemimpin yang baik dengan semua tujuan mereka.
Keywords: Teori Tindak Tutur, Tindak Ilokusi, Pidato Politik