Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Sigalingging, Ruth Maretha
Subject
LANGUAGE AND LITERATURE
Datestamp
2021-04-09 03:35:55
Abstract :
Feminisme adalah suatu gerakan yang ingin menyetarakan kedudukan atau
kesetaraan perempuan dengan kaum laki-laki. Perempuan berjuang untuk
memperoleh kesetaraan dalam tingkatan kehidupan sosial bermasyarakat.
Dominasi kaum laki-laki ini biasa disebut dengan patriarki. Patriarki adalah
sebuah sistem sosial dimana laki-laki adalah sebagai pemegang kekuasaan
tertinggi dan lebih dominan daripada kaum perempuan. Skripsi ini membahas
tiga permasalahan. Pertama, tentang penggambaran perempuan jepang pada
novel yang digambarkan melalui tokoh utama, yakni Rie. Kedua, membahas
perjuangan yang dihadapi oleh Rie di tengah dominasi laki-laki. Yang terakhir
adalah hasil dari perjuangan yang di hadapi oleh Rie. Untuk menjawab
pertanyaan tersebut, skripsi ini menggunakan latar belakang sejarah sake dan
shinto. Selain itu teori feminisme, patriarki, gender dan feminitas vs maskulinitas
juga diterapkan sebagai pendekatan penelitian. Hasil dari analisis skripsi ini
menunjukkan bahwa perempuan Jepang tidak diperbolehkan bekerja di depan
publik dan tidak memiliki kesempatan untuk memilih apapun termasuk memilih
pasangan hidup. Kedua, bentuk dari perjuangan Rie sebagai tokoh yang
disubordinasikan adalah belajar menerima anak dari geisha untuk menjadi
penerus The White Tiger dan belajar mencintai anak tersebut, melakukan
pemberontakan secara diam-diam, mengontrol bisnis sake melalui anaknya yang
sangat patuh padanya dan bertanggung jawab baik soal pekerjaan di rumah
maupun di bisnis sake. Akhirnya dia berhasil memperoleh pengakuan dari lakilaki
yang ada disekitarnya bahwa dia adalah perempuan yang sangat
bersemangat, berani bekerja di dunia publik (manajemen keuangan kantor sake)
dan membawa dampak positif atas perjuangannya selama ini. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa The Scent of Sake yang ditulis oleh Joyce Lebra adalah
sebuah novel yang berhasil menggambarkan perjuangan perempuan dalam hal
bisnis yang berdampak besar bagi keluarganya.
Kata kunci: Sake, Shinto, feminism and male domination