Abstract :
Establishment of provincial regulations refers to the provisions of Law No. 12 of 2011 on
Establishment of Laws and Regulations. The provisions of the law regulates two main
requirements in the formation of legislation including provincial level regulations. The two
conditions are formal and material requirements. Formal requirements relate to the process of
establishing provincial regulations and material requirements relate to the contents stipulated in
provincial regulations. In addition to these two conditions, Law No. 12 of 2011 regulates
principles in the formation of provincial regulations. One of them is the principle of
compatibility among the type, hierarchy, and contents of rules in the formation of legislation.
Through a normative research approach, this thesis examines the application of the principle of
compatibility in the formation of East Nusa Tenggara provincial regulations during the 2013-
2018 administration period. The results of the analysis in this study indicate that the existence of
the East Nusa Tenggara provincial regulation in the 2013-2018 period has not been fully
implemented in accordance with the provisions of Law No. 12 of 2011. The principle of
compatibility among type, hierarchy, and contents of rules in the law has not been fully
implemented by the East Nusa Tenggara Provincial Government. This can be proven by several
provincial regulations which were revoked by the central government through the Ministry of
Home Affairs.
Key Words : Establishment of East Nusa Tenggara provincial regulations; principle of
compatibility among type, hierarchy, and contents of rules; Law No. 12 of 2011/Pembetukan peraturan daerah provinsi mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor
12 Tahun Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undang. Ketentuan undang-undang
mengatur dua syarat utama dalam pembentukan peraturan perundang-undang termasuk peraturan
daerah tingkat provinsi. Dua syarat tersebut antara lain adalah syarat formil dan syarat meteril.
Syarat formil berkaitan dengan proses pembetukan peraturan daerah provinsi. Sedangkan syarat
materil berkaitan dengan materi yang diatur dalam peraturan daerah provinsi. Selain kedua syarat
di atas, UU Nomor 12 Tahun 2011 mengatur asas-asas dalam pembetukan peraturan daerah
Provinsi, salah satunya adalah asas kesuaian antara jenis, hierarki, dan materi muatan pada
pembentukan peraturan perundang-undangan. Sehingga penulisan tesis ingin melakukan kajian
secara lebih lanjut terkait dengan penerapan asas kesesuaian antara jenis, hierarki, dan materi
muatan dalam pembentukan peraturan daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada periode
pemerintahan 2013-2018.Pendekatan yag digunakan dalam penelitian ini adalah sifat normatif.
Secara khusus, penelitian ini ingin melihat sinkronisasi peraturan perundang-undangan secara
vertikal. Melihat pelaksanaan asas kesesuaian antara jenis, hierarki dan materi muatan pada
pembentukan peraturan daerah provinsi Nusa Tenggara Timur pada periode pemerintahan 2013-
2018. Melihat kesuaian antara ketentuan peraturan perundangan-undangan yang lebih tinggi dan
materi muatan perda provinsi Nusa Tenggara Timur pada periode pemerintahan 2013-
2018.Keberadaan peraturan daerah provinsi Nusa Tenggara Timur pada periode pemerintahan
periode 2013-2018 belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Asas kesesuaian antara
jenis, hierarki dan materi muatan dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 belum sepenuhnya
diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa Peraturan
Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dicabut oleh pemerintah pusat melalui Kementrian
Dalam Negeri.
Kata Kunci : Pembentukan peraturan daerah provinsi Nusa Tenggara Timur, Asas kesesuaian
antara jenis, hierarki dan materi muatan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011.