Abstract :
Staphylococcus aureus merupakan penyebab utama infeksi nosokomial, keracunan
makanan dan sindroma syok toksik. Infeksi nosokomial di dunia mencapai 9%
(variasi 3-21%). Di Indonesia ditemukan di 10 RSU pendidikan, infeksi nosokomial
cukup tinggi sekitar 6-16% dengan rata-rata 9,8%. Madu daun torbangun merupakan
madu alami yang diberikan ekstrak daun torbangun yang mengandung antioksidan
yang tinggi dan antibakteri relatif rendah. Penelitian ini menggunakan design
penelitian studi eksperimental secara in vitro dengan metode difusi menggunakan
media MHA dan mengukur zona hambat yang terbentuk dalam satuan milimeter.
Konsentrasi madu daun torbangun yang digunakan adalah 20%, 40%, 60%, 80%,
100% serta kontrol positif menggunakan disk antibiotik Ciprofloxacin. Hasil uji
menunjukkan bahwa madu daun torbangun tidak menunjukkan zona hambatan
sehingga tidak efektif terhadap pertumbuhan Staphhylococcus aureus.
Kata kunci: Madu daun torbangun, antibakteri, Staphylococcus aureus/Staphylococcus aureus is the main cause of nosocomial infections, food poisoning
and toxic shock syndrome. Nosocomial infections in the world reach 9% (variation of
3-21%).In Indonesia was found in 10 RSU education, nosocomial infection is quite
high, about 6-16% with an average of 9.8%.Torbangun leaf honey is natural honey
given torbangun leaf extract which contains high antioxidants and relatively low
antibacterial. This study used an experimental study design in vitro with the diffusion
method usings MHA media and measured inhibitory zones formed in millimeters.The
concentration of torbangun leaf honey used was 20%, 40%, 60%, 80%, 100% and
positive controls using the Ciprofloxacin antibiotic disk. The results showed that
torbangun leaf honey did not show a inhibition zone so it was not effective against the
growth of Staphhylococcus aureus.
Keywords: Torbangun leaf honey, antibacterial, Staphylococcus aureus
xiii