Abstract :
Skripsi ini membahas bagaimana hubungan antara bullying (perundungan) dengan depresi pada remaja di SMAK PENABUR Harapan Indah. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Sampel terdiri dari 97 siswa kelas X yang diambil secara acak sederhana. Analisis dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan metode Pearson Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan frekuensi siswa yang berisiko banyak mengalami kekerasan akibat bullying sebesar 89,7% (laki-laki 47,4% dan perempuan 42,3%). Jenis bullying yang paling sering terjadi secara verbal 71,1%, relasional 10,3%, merusak barang 10,3%, dan fisik 3,1%. Frekuensi siswa yang berisiko depresi sebesar 77,3% (laki-laki 36,1% dan perempuan 41,2%). Analisis bivariat didapatkan nilai p adalah 0,512. (p > 0,05), artinya tidak ada hubungan antara bullying dengan depresi pada remaja di SMAK PENABUR Harapan Indah. Tetapi, korban bullying memiliki risiko 1.5 kali lebih besar mengalami depresi (OR=1,564).
Kata kunci: bullying, depresi, remaja
This study explains the correlation between bullying and depression in adolescents at SMAK PENABUR Harapan Indah. This was a cross-sectional study, with 97 grade ten students as a sample which were taken by simple random sampling. Data analysis uses univariate and bivariate analysis using the Pearson Chi-Square Test. The results showed the frequency of students at risk of experiencing a violence from bullying was 89,7% (boys 47,4% and girls 42,3%). The type of bullying most experienced was verbal bullying 71,1%, relational bullying 10,3%, damage of property 10,3%, and physical bullying 3,1%. The frequency of students at risk of depression was 77.3% (boys 36,1% and girls 41,2%). Bivariate analysis obtained p-value is 0,512 (p > 0,05), showed there is no correlation between bullying and depression in adolescents at SMAK PENABUR Harapan Indah. But, victims have a risk of 1,5 times greater depression (OR = 1,564).
Keywords: bullying, depression, adolescents