Abstract :
Diare sering terjadi pada anak berusia kurang dari 2 tahun dengan insidensi
tertinggi kelompok umur 6-11 bulan sehingga menyebabkan gangguan gizi pada
anak karena terjadi penurunan asupan makan dan penyerapan nutrisi yang
menyebabkan penurunan berat badan dan berlanjut ke gagal tumbuh.Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor sosial, perilaku ibu, dan sanitasi
lingkungan dengan kejadian diare pada balita menggunakan desain cross sectional.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari
kuisioner dan data sekunder dari buku register Puskesmas Cikeusal tahun 2018.
Data yang digunakan meliputi kejadian diare pada balita, pendapatan keluarga,
pekerjaan, pendidikan ibu, umur, pencucian botol, pemberian MPA, kebersihan
alat makan, sumber air, dan tempat pembuangan tinja di wilayah kerja Puskesmas
Cikeusal. Hasilnya dari 51 balita di wilayah kerja Puskesmas Cikeusal, sebanyak
15 (29,4%) responden yang mengalami diare dan yang tidak mengalami diare
sebanyak 36(70,6%) responden.Terdapat hubungan yang bermakna antara
kejadian diare pada balita dengan pendapatan keluarga, pekerjaan, pendidikan ibu,
pencucian botol, pemberian MPA, kebersihan alat makan, sumber air, dan tempat
pembuangan tinja di wilayah kerja Puskesmas Cikeusal, yaitu p<0,05. Namun ada
juga yang tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian diare pada
balita dengan umur di wilayah kerja Puskesmas Cikeusal, yaitu p>0,05.
Kata kunci: diare, pendapatan keluarga, pekerjaan, pendidikan ibu, umur,
pencucian botol, pemberian MPA, kebersihan alat makan, sumber air, tempat
pembuangan tinja, dan balita.
Diarrhea often occurs in children in the age under two years old with the highest
incidence of 6-11 months old, it causing nutritional disorders due to decreased food
intake and nutrient absorption which causes the weight loss and continues to failure to
thrive. The aims of this study is to determine social factors, maternal behavior, and
environmental sanitation with the incidence of diarrhea in children using a cross
sectional design. The data used in this study were primary data takenby
questionnaires and secondary data taken by Cikeusal Community Health Center
register in 2018. Data used includes the incidence of diarrhea in children, family
income, occupation, mother's education, age, bottle washing, and MPA provision, the
cleanliness of cutlery, water sources, and feces disposal facilities in the area
supervised by Cikeusal Health Center. Out of 51 children under five in area
supervised by Cikeusal Health Center the 15 children (29, 4%) diagnosed and the rest
of them36 children (70, 6%) did not experience diarrhea. There is a significant
relationship between the incidence of diarrhea in children with family income,
occupation, mother's education, bottle washing, MPA provision, cleanliness of
cutlery, water sources, and feces disposal facility in area supervised by the Cikeusal
Health Center, which is p <0.05. But there is also no significant relationship between
the incidences of diarrhea in children with age in the area supervised by the Cikeusal
Health Center, which is p> 0.05.
Keywords: diarrhea, family incomes, occupation, mother?s educational background,
age, bottle washing, provision of MPA, cleanliness of cutlery, water sources, feces
disposal facilities, and toddlers.