Abstract :
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik yang
menggunakan hewan coba sebagai subjek penelitian. Jumlah hewan coba yang
digunakan dihitung menggunakan formula Freeder experimental size : (n-1) (t-1) ?
15 dimana jumlah sampel yang diperlukan adalah 16 sampel yang terdiri dari kedua
kelompok hewan coba. Pada kedua kelompok kami melakukan pembiusan
menggunakan ketamin dengan dosis 50-75 mg/kg dan xylazine dengan dosis 10
mg/kg yang diberikan secara intraperitoneal (IP). Kelompok kontrol langsung
dilakukan dislokasi servikal sedangkan pada kelompok perlakuan diambil darahnya
sebanyak ±30% dari darah total untuk memicu terjadinya shock hypovolemic
menggunakan teknik cardiac puncture. Setelah itu dilakukan dislokasi servikal pada
kelompok perlakuan, kemudian diamati proses pembusukan tubuh tikus dan ukuran
panjang larva lalat pada kedua kelompok percobaan. Dari penelitian yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kehilangan darah dapat menjadi salah satu faktor
yang mempengaruhi proses pembusukan menjadi lebih lambat dan ukuran panjang
larva lalat yang menjadi lebih pendek. Hal ini dibuktikan menggunakan uji korelasi
nonparametrik Kendall?s Tau dengan hasil +,727 untuk variabel pembusukan dan uji
korelasi parametrik Pearson dengan hasil -,515 untuk variabel panjang larva lalat.
Kata Kunci : Dekomposisi, larva lalat, Kehilangan Darah / This study is an experimental laboratory research that used experimental animals
as research subjects. The number of experimental animals used is calculated using the
Freeder experimental size formula : (n-1) (t-1) ? 15 in which the required sample size
is 16 and divided into two groups of experimental animals, each group consisting of 8
animals. In both groups we perform anesthesia using ketamine at a dose of 50-75
mg/kg and xylazine at a dose of 10 mg/kg administered intraperitoneally (IP). The
control group was directly subjected to cervical dislocation while the experimental
group had blood drawn first, as much as ±30% of the total blood for triggering
hypovolemic shock using cardiac puncture technique. Once blood is drawn, the
experimental group is then subjected to cervical dislocation, then the decaying
process and the length of fly larvae is observed in both experimental groups. From
the research that has been done, it can be concluded that blood loss may be one of the
factors that influences the decay process to become slower and the length of fly
larvae to become shorter. This is proven using nonparametric correlation test of
Kendall's Tau with the result +,727 for decay rate variable and parametric Pearson
correlation test with the result -,515 for fly larvae length variable.
Key Words : Decomposition, flylarvae, blood loss