Abstract :
Dalam sebuah organisasi termasuk organisasi pendidikan kesenjangan antara
tuntutan kerja dengan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki sering kali
terjadi. Para guru dituntut untuk meningkatkan kemampuannya, baik dalam bidang
pengajaran maupun metodenya. Kemajuan dalam bidang teknologi, adanya
penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan, perkembangan dalam hal metode
mengajar serta keberagaman para siswa di sekolah merupakan sebagian penyebab
yang mengharuskan para guru meningkatkan kemampuannya.
Kesenjangan tersebut jika tidak diatasi akan berdampak pada kinerja sekolah.
Menurunnya kinerja akan merugikan berbagai pihak, bukan hanya para siswa dan
orang tua siswa namun juga pihak sekolah sendiri. Salah satu bentuk kerugian yang
dapat terjadi adalah menurunnya jumlah siswa yang mendaftarkan diri untuk
bersekolah di sekolah tersebut.
Salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan yang terjadi itu adalah melalui
aktifitas pelatihan, khususnya kepada para guru. Pelatihan yang efektif akan mampu
meningkatkan kinerja para guru sehingga akan mampu menghadapi berbagai
tantangan yang ada. Pelatihan yang dapat meningkatkan kinerja harus dirancang dan
dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Kesungguhan dalam merancang dan melakukan sebuah pelatihan terlihat
dalam perencanaan pelatihan, pengorganisasian, pelaksanaan serta monitoring dan
evaluasi yang dilakukan terhadap pelatihan tersebut. Selain itu sebuah kegiatan
pelatihan akan dinilai efektif jika dapat menjembatani kesenjangan yang ada. Dalam
penelitian ini, penulis menggali mengenai efektivitas program pelatihan yang
dilakukan oleh SMAK Methodist Jakarta sebagai obyek penelitian. Dalam
mendapatkan data yang diperlukan penulis menggunakan metode kualitatif, yaitu
melalui wawancara, pengamatan serta melihat dokumen-dokumen terkait yang
dimiliki sekolah.
Kata Kunci: Efektivitas, Pelatihan, Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan,
Monitoring dan Evaluasi Pelatihan./In an organization, including educational organization, a gap between the
work demands and capabilities of its human resources is frequently happened. The
teachers are required to improve their ability, either in the field of teaching or their
methods. Technology advancement, discoveries in science, progress in methods of
teaching as well as the student diversity in school, are partially the reasons of why
teachers have to improve their abilities.
If the gap is not resolved then it will have an impact on school performance.
The decline in performance would be detrimental to all parties, not just the students
and their parents, but also the school itself. One of the disadvantages that may occur
is the decrease in the number of students who enroll to the school.
One of the efforts to solve the gap that may occur is through the training
activities, especially to the teachers. The effective training will be able to develop the
performance, so that the teachers are able to face the existed challenges. It should be
well-planned and be carried out in earnest.
The sincerity in conducting a training is seen in its planning, organizing,
implementation, monitoring, and evaluation. In addition, a training activity will be
considered effective if it is able to bridge the gap. In this study, the author probes the
effectiveness of training programs conducted by SMAK Methodist Jakarta as an
object of research. The author obtains the necessary data using qualitative methods,
namely through interviews, observation and some relevant documents owned by
school.
Keywords: Effectiveness, Training, Planning, Organizing Implementation,
Monitoring and Training Evaluation.