Abstract :
Penelitian ini bertujuaan untuk: (1) mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh
leverage terhadap Tarif pajak efektif, (2) mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh
firm size terhadap Tarif pajak efektif.(3) ) mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh
intensitas aset tetap terhadap Tarif pajak efektif. (4) mengetahui ada atau tidak adanya
pengaruh intensitas persediaan terhadap tarif pajak efektif.
Pengujian yang digunakan dengan melakukan uji: (1) Uji asumsi klasik yaitu uji
normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas, (2) Uji
hipotesis, yaitu menggunakan uji statistik t dengan nilai signifikan < 0,05 maka Ho
ditolak dan H1 diterima yang artinya variabel independen memiliki pengaruh terhadap
variabel dependen, jika nilai signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan H1 ditolak yang
artinya variabel independen tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen
dengan melibatkan empat variabel dalam penelitian dan taraf nyata ?= 0,05.
Kesimpulan yang dapat ditarik: (1) nilai signifikan untuk variabel leverage sebesar
0.708 > 0.05, sehingga Ho diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada pengaruh
leverage terhadap tarif pajak efektif, (2) nilai signifikan untuk variabel firm size
sebesar 0.029 < 0.05 sehingga Ho2 ditolak dan H12 diterima, artinya ada pengaruh
firm size terhadap tarif pajak efektif, (3) nilai signifikan untuk variabel intensitas aset
tetap sebesar 0.196 > 0.05 sehingga Ho3 diterima dan H13 ditolak, artinya tidak ada
pengaruh intensitas aset tetap terhadap tarif pajak efektif. (4) nilai signifikan untuk
variabel intensitas persediaan sebesar 0,387 > 0,05 sehingga HO4 diterima dan H14
ditolak, artinya tidak ada pengaruh intensitas persediaan terhadap tarif pajak efektif.
Saran yang dapat diberikan penulis: (1) Sampel yang digunakan perusahaan ini hanya
mencakup 4 perusahaan kimia yang terdaftar di BEI periode 2012-2017. (2) Untuk
peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah populasi perusahaan yang akan
dijadikan sampel penelitian diberbagai sektor yang terdaftar di BEI (3) Peneliti
selanjutnya untuk menggunakan variabel lain seperti kepemilikan
menejerial,perbedaan bisnis yang dijalankan dan lain sebagainya (4) Perusahaan lebih
teliti dalam memasukan pendapatan sebagai objek pajak.