Abstract :
Depresiasi adalah proses pengalokasian harga perolehan secara sestematis
dan rasional. Ada beberapa metode depresiasi yang dapat digunakan, namun
menurut ketentuan Undang-Undang Perpajakan sebagaimana telah diatur dalam
Pasal 11 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 hanya ada dua metode
depresiasi yang dapat digunakan yaitu metode depresiasi garis lurus dengan
metode depresiasi saldo menurun, tapi untuk ATB berupa bangunan hanya
menggunakan metode depresiasi garis lurus dalam perhitungannya.
Dalam skripsi ini, penulis melakukan penelitian terhadap depresiasi ATB
PT Chairete Putra Sentosa yang menerapkan metode depresiasi garis lurus
dalam perhitungannya yang selanjutnya akan di perbandingkan dengan
menggunakan metode saldo menurun untuk melihat apakah ada pengaruh yang
signifikan terhadap penghasilan kena pajak PT Chairete Putra Sentosa.
Data yang digunakan bersumber dari data primer perusahaan pada tahun
2009 dengan melaksanakan riset kepustakaan dan riset lapangan yang
dilakukan melalui peninjauan langsung pada perusahaan. Metode penelitian
yang digunakan oleh penulis untuk teknik analisis yaitu metode kuantitatif
dimana data dianalisis untuk memperoleh hasil perbandingan jumlah beban
depresiasi dikedua metode apakah terdapat pengaruh atau tidak terhadap
penghasilan kena pajak.
Kesimpulan yang didapat penulis adalah jumlah beban depresiasi metode
garis lurus dengan metode saldo menurun pada PT Chairete Putra Sentosa tidak
berbeda jauh, sehingga tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap
penghasilan kena pajak.